Menepi Sejenak: Menemukan Keindahan Tersembunyi di Desa Batulayang

Ternyata pengunjung Damar Langit Resort didominasi oleh pengunjung asal Arab. (Ist)

Tabikpun.com – Setiap orang memiliki satu tempat yang tak bisa dilupakan karena kenangan di tempatnya, bagiku tempat itu adalah Desa Batulayang. Dua minggu sebelum kelas terakhir kami di semester tiga, kami mendapatkan tugas untuk melakukan fotografi di desa wisata.

Untuk itu, kami memutuskan untuk mengunjungi Desa Batulayang yang terkenal dengan daya tarik wisatanya. Mengetahui cuaca di Desa Batulayang yang cukup sering hujan, kami berangkat dari Kota Bogor jam enam pagi agar tidak pulang terlalu sore.

Udara semakin dingin dan semakin dekat perjalanan kami ke Desa Batulayang, tampaklah gunung yang mengintip di tengah awan, pemandangan itu cukup membuat kami terpana sehingga kami dapat menikmati perjalanan yang jauh ke Desa Batulayang. Sesampainya kami di Desa batulayang, kami langsung disambut dengan suasana pedesaan yang penuh dengan alam, air sungai yang jernih, cuaca yang sejuk, anak-anak sekolah yang sedang jajan di tengah jam istirahatnya, dan para penjual jajanan yang sedang melayani anak anak sekolah itu, sangat berbeda dari suasana hiruk-pikuk perkotaan.

“Wah ini benar-benar suasana yang aku butuhkan di tengah pusingnya aku sama tugas kuliah” kataku. Setelah semua rombongan sampai di titik kumpul, kami melakukan briefing terlebih dahulu.

Kami dibagi menjadi lima kelompok untuk mengunjungi wisata yang berbeda-beda dan kelompok kami berkesempatan untuk mengunjungi Damar Langit. Kami belum pernah mencari tahu tentang Damar Langit sebelumnya, kami hanya tahu bahwa itu adalah sebuah resort dan tidak menaruh harapan apapun.

Namun, sesampainya kami di Damar Langit, kami semua dibuat terkejut karena ini lebih dari yang kita bayangkan. Kami bertemu dengan salah satu orang marketingnya yang akan menemani kami untuk berkeliling mencari spot foto.

Beliau menyambut dan menerima kami dengan senang hati untuk melakukan fotografi di Damar Langit. Pertama, kami diarahkan ke Kadaka Shop yang berisi produk-produk kreasi UMKM Desa Batulayang, seperti baju, tas, topi, berbagai macam aksesoris, dan aneka camilan.

Ketika kami tengah menuju lobby, perhatianku tertuju pada sebuah tumpukan buku panduan pengunjung yang ditulis dalam bahasa arab, aku melihat dengan penasaran. Dibukanya buku itu olehku sambil bertanya kepada pemandu kami “Buku panduannya kenapa ditulis pakai bahasa arab, pak?”.

Ternyata pengunjung Damar Langit Resort didominasi oleh pengunjung asal Arab. Sang pemandu bilang, Damar Langit Resort namanya sudah sangat dikenal oleh pengunjung asal Arab karena Damar Langit Resort memasang lokasi di aplikasi Snapchat, aplikasi yang masih banyak digunakan oleh warga asal sana.

Mereka sangat puas ketika tinggal di Damar Langit karena mereka bisa merasakan suasana alam yang tenang dan udara yang sejuk, yang mereka tidak bisa dapatkan di tempat asal mereka, sehingga para pengunjung yang sebelumnya menginap di Damar Langit Resort merekomendasikannya ke kerabat lainnya. Setelah itu kami melewati halaman luas yang penuh dengan rerumputan dan ada beberapa tenda dengan tempat duduk.

“Sepertinya tempat ini cocok untuk outdoor wedding ya!”, kataku sambil mengamati sekitar. Sang pemandu tertawa dan terkejut, “Wah keren kamu bisa nebak, tempat ini memang sering dipakai untuk wedding, loh!”, jawabnya.

Tak heran, karena halamannya yang luas dan tenda-tenda putih yang berpencar memberikan suasana pernikahan luar ruangan begitu aku pertama melihatnya, apalagi dengan udaranya yang sejuk dan pemandangan gunung yang menjulang megah, pasti akan sangat cantik di foto. Selanjutnya kami dipersilakan untuk masuk ke Damar Langit Tea & Patisserie, di sana kita bisa melihat dan merasakan langsung aneka jenis teh lokal berkualitas yang diracik langsung oleh ahlinya.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman lebih berupa edukasi segala hal tentang teh, yang mungkin selama ini masih jarang diketahui. Selain teh, mereka juga menyediakan aneka macam pastri.

Saat pelayannya sedang mengobrol dengan kami, ada salah satu pengunjung asal Arab yang menanyakan sesuatu ke pelayannya menggunakan bahasa Arab, yang aku tidak tahu persis apa yang ia tanyakan, tetapi aku terkejut ketika pelayan itu mengerti dan menjawabnya dengan bahasa arab juga. Ternyata para pekerja di Damar Langit Resort dilatih untuk menggunakan bahasa arab, mengetahui pengunjungnya dominan berasal dari Arab.

Setelah kami menikmati teh dan berbincang kecil dengan pemandu dan pelayan kami, kami lanjut ke Pakis Raja Coffee, hanya perlu menanjak dikit dari Damar Langit Tea & Patisserie. Kalau di tempat sebelumnya menawarkan pengalaman minum teh, di sini mereka menawarkan perpaduan sempurna antara kopi berkualitas dan sensasi shisha yang menyenangkan.

Dengan beragam pilihan kopi dan suasana santai, area luar ruangan Pakis Raja Coffee menyediakan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Sangat ideal untuk mengopi bersama teman atau keluarga, sambil menikmati pemandangan matahari terbenam. Tidak terasa, jam sudah menunjukkan jam 11.00 WIB, kami ditawarkan untuk mengendarai buggy car untuk menuju ke curug kembar privat yang dimiliki oleh Damar Langit Resort.

Sesampainya kami di sana, kami terkejut karena banyak sekali monyet liar mondar-mandir ketika kami jalan. “Karena hutan ini masih terjaga banget alamnya, jadi masih banyak monyet liar di sini, mereka juga suka menanam biji-bijian di sini jadi kondisi alamnya terjaga.”, kata pemandu kami.

Curug Kembar itu didesain kejepangan, dengan jembatan dan gerbang warna merahnya. Tempat ini juga sering disewa untuk orang-orang melakukan yoga karena suasananya yang nyaman dengan suara gemercik dari air terjun bisa sangat membuat tubuh lebih rileks.

Terakhir, kami ditunjukkan area glamping. Tempat ini bukan hanya sekadar tempat untuk istirahat, tetapi pengunjung juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam Gunung Salak yang memesona. Struktur ruangan ini berbentuk bulat dengan kasur di tengah dan jendela besar di depannya yang bisa melihat pemandangan Gunung Salak secara langsung, tempat ini sangat pas untuk pasangan yang ingin bulan madu atau sekadar mencari suasana yang nyaman untuk menghindari hiruk-pikuk perkotaan. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB, akhirnya kami berpamitan dan tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada pemandu kami karena sudah bersedia menemani dan mengizinkan kami untuk berkeliling di Damar Langit Resort.

Hanya dua jam kami berkeliling tetapi kami sangat puas dan menikmati setiap sudut di Damar Langit Resort yang sangat nyaman, ibaratnya tugas fotografi ini menjadi liburan dadakan kami yang tidak terduga di tengah tumpukan tugas kuliah.

Penulis: Luna Diva Alifia Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

NIM: J0401231172

Redaksi TabikPun :