Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting, BKKBN dan KNPI Provinsi Lampung Gelar Sosialisasikan Pencegahan di Kota Metro

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati bersama Wakil Ketua Bidang Anak Jalanan dan Terlantar KNPI Provinsi Lampung, Farah Nuriza Amelia dan Pemkot Metro saat memberikan edukasi pencegahan stunting kepada ratusan kaum ibu di Metro, Senin (25/9/2023). (Mahfi)

METRO – BKKBN Provinsi Lampung bersama KNPI Provinsi Lampung gelar sosialisasi dan KIE Program Bangga Kecana bersama mitra kerja di Aula Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Senin (25/9/2023).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dr. Nurizky Permanajati, Wakil Ketua KNPI Lampung Bidang Anak Jalanan dan Terlantar Farah Nuriza Amelia, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro Jonizar Arifin, dan Anna Morinda seorang tokoh perempuan di Kota Metro yang turut memberikan edukasi tentang upaya pencegahan stunting kepada peserta yang hadir.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan KIE program bangga kencana bersama mitra kerja, merupakan langkah percepatan penurunan tingkat stunting di tingkat nasional. Pasalnya stunting masih menjadi ancaman serius, karenanya mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, menjelaskan, bahwa isu stunting di Indonesia menjadi penghambat menuju Indonesia emas 2045. Isu stunting harus diatasi karena dapat menjadi beban bagi berbagai pihak di masa mendatang. Ia juga mengingatkan bahwa stunting berdampak pada kualitas hidup anak-anak yang dapat mengganggu perkembangan mereka.

“BKKBN, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021, memiliki kewenangan sebagai koordinator penanganan stunting secara nasional. Beberapa langkah penanganan telah diambil, termasuk pembentukan tim penanganan stunting dari tingkat pusat hingga desa, serta pendampingan keluarga yang berisiko stunting oleh bidan dan kader PKK,” jelasnya kepada awak media.

Nurizky juga mengungkap Provinsi Lampung telah berhasil menurunkan angka stunting, dengan peningkatan ketiga terbaik di tingkat nasional. Namun, ancaman stunting masih ada, terutama dengan tingkat kehamilan yang tinggi.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Metro, Jonizar Arifin, mengatakan bahwa penanganan stunting di Kota Metro sangat tergantung pada kebijakan kepala daerah.

“Bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh masyarakat dan unsur lainnya,” kata Jonizar.

Wakil Ketua Bidang Anak Jalanan Dan Terlantar KNPI Provinsi Lampung, Farah Nuriza Amelia, menekankan bahwa stunting merupakan masalah serius yang harus ditangani.

“Pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam upaya penurunan stunting dengan mempromosikan gaya hidup sehat dan pola makan bergizi,” tegas Farah.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menurunkan angka stunting di Kota Metro dan Indonesia secara keseluruhan. Semua pihak, termasuk pemerintah, swasta, masyarakat, media, dan perguruan tinggi, diharapkan bersatu dalam upaya ini untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas serta berdaya saing. (Mahfi)

Redaksi TabikPun :