www.tabikpun.com, Metro – Prilaku oknum kepala satker yang disinyalir melakukan kecurangan pada pengundian kupon hadiah senam massal Car Free Day (CFD) Kota Metro mendapat berbagai komentar pedas dari netizen.
Dimulai dari status milik Deddy Fryaday Ramli yang menyayangkan tidak terorganisir pembagian kupon senam massal itu kepada masyarakat. Hingganya banyak masyarakat yang tidak mendapat kupon.
“Gua di tanya FB Apa yang sedang anda pikirkan hari ini? Gua jawab aja Panitia CFD kota metro KOCOK BEKEM soal kupon undian. Kasian banget, yang gak kebagian kupon, Karna panitia nya gak becus. Katanya untuk rakyat..tapi nyatanya……untuk mereka sendiri…….KACIAN,” tulisnya.
Bagai minyak yang tersambar api, komentar baru pun bermunculan menanggapi status tersebut.”Antek-anyek yg rakus…akan jabatan gimana dunia mau bener, lawong pemimpin nya ajj kebelinger….Hahahahaha,” cibir akun Hermansyah Mboy.
“Sabar….sabar…paling jg kesalahan tehnis…..ITU JAWABAN YANG KAMI TERIMA (iwan fals)….,” jawab akun Deddy Fryaday Ramli menanggapi.
“Mau mulang kan modal jd kadis atau badan. Ini akibat pengakatan yg tidak profesional,” timpal akun Abdulhak.
Curahan hati warga Kota Metro pun kian merambat ke persoalan pengkondisian lainnya. Seperti yang diutarakan akun Ujang Suherman.
“Ini kasus kedua KOCOK BEKEM…Tempo hari ada juga KOCOK BEKEM Dewan Pendudikan Kota Metro.. Besok besok pasti ada lagi Kocok bekem berikutnya,” tulisnya.
Adapun yang menginformasikan jika persoalan itu akan ditindaklanjuti.”Infonys yg dapat hadiah akan di telusuri, Tunggu saja tanggal main nya,” jelas akun Arjuna Wiwaha.
Diberitakan sebelumnya, Car Free Day (CFD) yang diisi dengan senam massal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Metro meninggal kekecewaan para peserta. Pasalnya, disinyalir ada kecurangan oleh beberapa Kepala Satker pada saat pengundian kupon.
Pengundian kupon dimulai oleh Inspektur Provinsi Lampung untuk hadiah sepeda motor. Dilanjutkan Walikota Metro Achmad Pairin dan Wakil Walikota Djohan untuk hadiah sepeda gunung, kemudian Dandim 0411/LT Letkol Jajang Kurniawan.
Awalnya antusias peserta menantikan pembacaan nomor pada kupon undian masih besar untuk mengharapkan dapat membawa pulang sepeda motor atau sepeda gunung yang masih tersisa. Persoalan bermula saat pengundian kupon senam massal diserahkan oleh Kepala Satker.
Salah satu peserta yang menunggu pengundian kupon melihat kecurangan oleh Kepala Satker yang sudah membawa kupon di tangannya sebelum melakukan pengundian kupon.”Enggak benar itu, diundi lagi,” jerit wanita berjilbab merah yang berada di depan panggung pengundian.
Bahkan wanita tersebut dipersilahkan Satpol PP untuk naik ke atas panggung dan melaporkannya kepada Wakil Walikota Metro.”Saya lihat mereka sudah menjepit kupon undian di tangannya sebelum mengocoknya pak,” kata dia.
Wakil Walikota Metro Djohan yang mendapatkan laporan tersebut spontan meminta perwakilan Kepala Satker dapat mengangkat kedua tangan sebelum melakukan pengundian.”Ada peserta yang bilang ada kecurangan pengundian, saya minta kepala dinas yang mengocok kupon undian bisa mengangkat kedua tangan sebelum mengundi,” tegas dia.
Setelah itu pengundian pun dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sebelum mengambil kupon undian. Dan mendapatkan tepuk tangan oleh para peserta senam yang mengapresiasi ketegasan Wakil Walikota.
Sebelumnya Walikota Metro Achmad Pairin telah menegaskan kepada Kepala Satker yang mendapatkan hadiah ketika pengundian kupon untuk tidak mengambil hadiah tersebut.”Kupon ini diberikan kepada semua peserta yang hadir, jadi kalau ada kepala dinas yang dapat kupon dan dapat hadiah saya minta untuk dilakukan pengundian ulang,” beber Walikota.
Senam massal yang digelar Pemkot Metro merupakan rangkaian pesta rakyat menyambut hari jadi Bumi Sai Wawai ke-80. Meramaikan kegiatan tersebut, Pemkot Metro memberikan doorprize dua sepedah motor dan puluhan sepeda gunung bagi para peserta. Hadiah sepeda motor merupakan pemberian dari Gubernur Lampung, sedangkan sepeda gunung berasal dari unsur Forkopimda dan Kepala Satker di Bumi Sai Wawai. (ga)