Organisasi Dilecehkan, Ketua PKPK Polisikan Pedagang Taman Merdeka

Ketua PKPK Rozi Fernando saat melaporkan dugaan pelecehan terhadap organisasinya ke Polres Metro. (Arby Pratama)

Metro – Diduga lantaran mengejek Paguyuban Keluarga Permainan dan Kuliner (PKPK) Kota Metro dengan sebutan kotor, Oknum pedagang berinisial E yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) Taman Merdeka Kota Metro dilaporkan ke Polres Metro, Senin (15/1/2018).

Ketua PKPK Rozi Fernando mengatakan, pelaporan tersebut ia lakukan lantaran tidak terima atas pernyataan oknum pedagang P2UP yang dianggap menghina organisasinya.

“Yang jelas ini pencemaran nama baik, menghina paguyuban saya yang sudah berbadan hukum sama saja jelas menghina kementerian kan. Jadi anggota-anggota saya ini merasa tidak terima karena paguyuban mereka di bilang tai, paguyuban palsu katanya. Nah, dari situlah maka anggota-anggota saya menyuruh saya melapor ke Polres, maka saya lapor malam ini,” paparnya.

Menurutnya, keberadaan P2UP Taman Merdeka yang disinyalir tergabung dalam organisasi Posko Perjuangan Rakyat (Poapera) Kota Metro diduga belum memiliki legal formal atau badan hukum yang jelas.

“Kalau tanggapan penyidik tadi ya begana-begini takut kalau yang disana ada badan hukum juga. Ya saya jawab meraka tidak ada. Bahkan saya sudah tanya ke Kesbangpol tidak ada, bahkan Pospera itu tidak ada. Jadi itulah maka kita berani mengutarakan,” imbuhnya.

Ia meminta aparat penegak hukum dapat segera memproses oknum pedagang yang diduga menghina organisasinya tersebut.

“Tuntutan saya, mereka itu harus di hadapkan ke yang berwajib sebagai bentuk efek jera kepada mereka agar jangan sampai ucapan seperti terulang kembali. Saya minta pihak kepolisian dapat segera memeroses yang menghina paguyuban saya itu,” tukasnya. (Ap)

Redaksi TabikPun :