Ormas Lapang : Pemerasan Mengatasnamakan Wartawan Kerap Terjadi di Lamteng

Ilustrasi. (Net)

Lampung Tengah – Pemerasan yang mengatasnamakan Wartawan kerap terjadi di Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah. Mereka dalam menjalankan aksinya dengan cara mengintimidasi dan memeras puluhan Ketua Kelompok Tani, dan kios pengecer pupuk bersubsidi di kecamatan tersebut.

Menurut Ketua Ormas Lembaga Analisis Pemerhati Anggaran (Lapang) Provinsi Lampung, Ibrahim Hayat, kasus ini telah mecoreng profesi wartawan, dan aksi pemerasan itu merupakan yang kesekian kalinya terjadi di Lampung.

“Para ketua kelompok tani yang mengaku telah diintimidasi dan diperas oleh oknum wartawan itu, akhirnya mengajukan pengunduran diri. Mereka mengaku, pelaku intimidasi dan pemerasan terkait pendistribusian pupuk bersubsidi itu adalah pihak yang mengatasnamakan oknum wartawan KPK (Koran Pemberantas Korupsi),” ujar Ibrahim, Rabu  (16/5/2018).

Ibrahim menambahkan, sebanyak sepuluh kasus ketua kelompok tani yang diduga diintimidasi dan diperas oleh mereka yang mengaku wartawan di Seputih Surabaya, Lampung Tengah, hanyalah bagian kecil dari banyak kasus serupa di Lampung Tengah.

Terkahir, kata Ibrahim, pemerasan terjadi pada 15 Mei 2018. Empat orang yang mengatasnamakan wartawan dari KPK meminta uang kepada kelompok tani di Kampung Mataram Ilir, Kecamatan Seputih Surabaya, dengan alasan apabila tidak memberikan uang yang sudah ditetapkan, wartawan tersebut mengancam akan mempublikasikan dan melaporkan perihal penyaluran pupuk bersubsidi yang dianggap menyimpang kepada polisi.

“Keempatnya berhasil mendapatkan uang sebesar Rp 2 juta dari kelompok tani tersebut,” katanya. ”Umumnya, kelompok tani diperas antara Rp1 hingga Rp 5 juta rupiah,” sambungnya.

Lapang menduga masih ada banyak kasus penyalahgunaan profesi wartawan yang tak terungkap ke media massa dan publik. “Satu faktor di antaranya, bisa jadi karena orang atau pejabat publik yang diintimidasi dan diperas takut untuk melapor ke kepolisian,” pungkasnya. (Mozes)

Redaksi TabikPun :