Metro News

Pairin : Tak Ada Kebijakan, PKL Taman Merdeka Harus Pindah

Walikota Metro Achmad Pairin. (Arby Pratama)

METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro hingga kini belum dapat memberikan kepastian waktu relokasi Pedagang Kaki Lima di Taman Merdeka. Namun pihaknya keukeh tidak akan memberikan kebijakan Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di Taman Merdeka.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Metro Achmad Pairin saat di konfirmasi awak media di Kantornya, Selasa (12/9). Dirinya masih memberikan kesempatan bagi PKL untuk berjualan di Taman Merdeka hingga penampungan sementara di eks Transmigrasi tersebut rampung diperbaiki.

“Awalnya mereka (PKL) nyampein pokoknya yang penting ada tempat. Nah, itu kan sudah kita pindahin ke eks Transmigrasi. Sekarang alhamdulilah sudah diratakan, tinggal nanti eksekusi pemindahannya saja, mudah-mudahan mereka lancar disana,” ujarnya tanpa menyebut kapan waktu selesai perbaikan.

Pairin menyampaikan, jika eks Transmigrasi sudah selesai diratakan, para pedagang tidak boleh lagi berjualan di Taman Merdeka. Menurutnya taman merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan bukan untuk tempat berdagang.

“Ya nggak bisa dong, kan disitu tempat kota wisata, itu kan lagi diperbaiki. Nggak ada, nggak ada lagi kebijakan. Biar mereka nanti usaha disana, ya mudah-mudahan lancar sehingga mereka tidak meminta untuk pindah ke taman lagi. Karena konsep kita, masjid dan taman kota itu untuk taman hiburan masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, Pemkot Metro sebelumnya menetapkan batas berdagang di Taman Merdeka hingga 3 September 2017 lalu. Perwakilan pedagang juga telah meminta pemerintah bisa menyediakan tempat yang representatif sebagai pengganti.

Perwakilan pedagang Taman Merdeka Anwar mengaku, pihaknya siap untuk dipindahkan asalkan ditempatkan pada lokasi yang layak dan tidak jauh dari Taman Kota. Sehingga pedagang tetap bisa berjualan.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta pembangunan dan kegunaan Taman Merdeka harus memerhatikan ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana fungsi awal dibangun.

“Ya kita kan sudah sepakat, taman itu untuk apa. Konsisten lah. Aturan dan Undang-undang sudah jelas. Dan kita harap, pembangunan Taman Merdeka itu juga tematik ya. Misal menonjolkan unsur budayanya,” ujar Basuki, Ketua Komisi I.

Sehingga setiap orang datang ke Bumi Sai Wawai ada sesuatu yang berbeda yang tidak pernah dilihat sebelumnya di daerah lain. Artinya, harus ada keunikan dan perencanaan yang baik.

“Dan beberapa fasilitas lain juga harus diperbaiki. Kaarena banyak yang jadi keluhan. Seperti rumput, kursi, sampai toilet umum,” tuntasnya. (Ap)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

USAHA PPOB GRATIS

PROMO LAZADA

PROMO LAZADA

%d blogger menyukai ini: