Metro – Bukan kali pertama, kebakaran di Pasar Cendrawasih sudah pernah terjadi pada Jumat November 2012 silam. Musibah itu terulang kala kebakaran hebat yang bermula dari Pasar Kopindo merambat hingga meratakan lapak pedagang hamparan di Pasar Cendrawasih.
Dan dihari yang sama di 2012, pada Jumat, April 2018, kebakaran kembali terjadi di Pasar Cendrawasih. Penyebab kebakaran pun masih berkutat pada korsleting listrik.
Dua hari pasca kebakaran, tabikpun.com mencoba melihat lokasi kebakaran. Di luar ekspektasi, di tengah terik matahari para pedagang Pasar Cendrawasih rupanya terus gotong royong membersihkan puing sisa kebakaran. Mereka masih punya harapan pemerintah masih punya hati memberikan izin para pedagang kembali mendirikan tempat berjualan.
Hari itu terlihat kesedihan para pedagang mulai mereda. Sesekali mereka bergurau, sembari menatap kosong puing-puing bekas kebakaran. Lelah meratap, mereka kembali bangkit, mereka sadar tidak bisa menyerah. Karena hanya disini tempat mereka mengais rezeki.
“Semua makanan dan minuman hari ini dari sumbangan para pedagang. Ada juga dari luar. Ini hari kedua pedagang bersih-bersih. Semoga pemerintah mau mengizinkan kami berdagang disini lagi,” ujar Ketua HPKLM Aswan Syaifulloh kepada tabikpun.com, Minggu (15/4/2018).
Dinas Perdagangan sempat berucap kepadanya jika pemerintah tidak melarang namun tidak mengizinkan pedagang kembali berjualan disana. Karena itu pada, Senin (16/4/2018) perwakilan pedagang Pasar Cendrawasih akan mencoba menemui Walikota Metro memperjelas status pedagang Pasar Cendrawasih.
“Bulan depan sudah puasa, di waktu itu kami bisa mendapatkan rezeki lebih untuk keluarga. Besar harapan kami bisa kembali berjualan disini,” imbuhnya.
Senada diutarakan Yanto pedagang asesoris yang kali ketiga menjadi korban kebakaran. Tidak muluk-muluk, ia hanya berharap pemerintah memberikan izin agar dapat kembali mendirikan tempat berjualan di pelataran Pasar Cendrawasih.
”Disini tempat kami mencari sesuap nasi. Kami yakin pemerintah faham betul apa yang menjadi kebutuhan rakyatnya. Toh tujuan utama pemerintah itu mensejahterakan rakyat. Nah, bagaimana rakyat mau sejahtera kalau tidak sulit mencari uang. Saya berharap kami bisa diizinkan lagi berjualan disini,” tukasnya. (Ga)