Pemkot Metro Meriahkan Peringatan HPSN 2024 dengan Fashion Show Say Waway

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin saat diwawancarai awak media usai acara Fashion Show Say Waway dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Minggu (25/2/2024). (Mahfi)

METRO – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menggelar fashion show dengan tema Say No Waste Is Our Way (Say Waway). Acara ini berlangsung di gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai Kota Metro, Minggu (25/2/2024).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal, diwakili oleh Sekretaris Dekranasda Ulida, menyampaikan apresiasi terhadap acara yang mendukung kreativitas anak muda dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ulida berharap acara ini melahirkan desainer-desainer baru yang dapat mengangkat kearifan lokal Kota Metro ke tingkat yang lebih tinggi.

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menekankan pentingnya tema Say Waway itu sebagai wujud komitmen terhadap lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa Kota Metro telah aktif berbicara tentang bagaimana menjaga kebersihan dan keberlanjutan kota, tidak hanya dari aspek bank sampah tetapi juga melibatkan komunitas fashion untuk menciptakan kesadaran lingkungan.

Wahdi mengungkapkan bahwa sebanyak 30 ton yang mana 2,6 persennya sampah berasal dari wastra yang dihasilkan produk fashion. Untuk mengantisipasi cuaca hujan, kegiatan ini dilaksanakan di dalam gedung.

Silfia Naharani Wahdi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Metro, menyampaikan pandangannya usai acara Fashion Show Say Waway dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2024 di Gedung Sesat Agung Bumi Sai Wawai, Minggu (25/2/2024). (Mahfi)

Acara ini berhasil mengumpulkan perwakilan Dekranasda dari berbagai kabupaten/kota seluruh Provinsi Lampung. Wahdi menyatakan pentingnya melibatkan Kota Metro dalam event-event berskala nasional untuk meningkatkan daya tarik Bumi Sai Wawai.

Ketua Dekranasda Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi, menyoroti tanggung jawab pelaku fashion atas produksi sampah. Ia mengajak para pelaku fashion di Kota Metro untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah dengan membuat produk yang lebih ramah lingkungan.

“Kegiatan ini sebagai sosialisasi untuk mulai mengurangi sampah. Produk fashion sulit terurai, maka dukunglah para pelaku fashion di Kota Metro agar semakin eksis, dikenal, dan mampu bersaing sambil memperhatikan dampak lingkungan,” tegas Silfia. (Adv)

Redaksi TabikPun :