Pengelolaan Akuntansi dan Keuangan Berbasis Masjid

Tim Pengabdian saat berbincang dengan Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan, Yaogyakarta, Muhammad Agus. Usai berbincang, Tim Pengabdian melanjutkan kegiatan dengan foto bersama. (Ist)

Tabikpun.com – Organisasi nirlaba merupakan organisasi yang banyak terdapat dihampir seluruh wilayah Indonesia. Terdapat beberapa bentuk dari organisasi nirlaba atau juga dikenal dengan organisasi non profit di antaranya adalah sekolah yang dimiliki oleh pemerintah, organisasi-organisasi sukarelawan atau juga tempat ibadah seperti masjid, gereja, atau vihara.

Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prodi Akuntansi Syarian, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro yang terdiri dari Dr. Siti Zulaikha, S. Ag., MH., Yuyun Yunarti, M. Si., Era Yudistira, M. Ak., Hotman, M. E. Sy., Lella Anita, M. S. Ak., Carmidah, M. Ak, Berwin Anggara, M. S. Ak., Agus Alimudin, M.E., berfokus terhadap pengelolaan akuntansi dan keuangan berbasis masjid.

Mewakili Tim Pengabdian, Dr. Siti Zulaikha mengatakan, Masjid sebagai rumah atau tempat ibadah umat muslim menyebar dalam jumlah yang sangat banyak. Hal ini selaras dengan besarnya jumlah masyarakat Indonesia yang beragama Islam. Penyebaran masjid tidak hanya dikawasan perumahan tetapi juga di kawasan perkantoran baik pemerintahan maupun swasta, tidak ketinggalan kampus-kampus perguruan tinggi juga memiliki masjid serta pondok pesantren dan sekolah.

Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI), masjid memiliki tiga fungsi, pertama, masjid sebagai ibadah (madlah) juga merupakan tempat ibadah secara luas (ghairu madlah) selama dilakukan dalam batas-batas Syariah. Kedua, masjid sebagai wadah pengembangan masyarakat melalui berbagai sarana dan prasarana yang dimiliki masjid yang bersangkutan, dan ketiga masjid sebagai pusat komunikasi dan persatuan umat.

Berdasarkan hasil kajian Puslitbang kehidupan beragama, bahwa hanya terdapat beberapa masjid saja yang mampu memenuhi tiga fungsi tersebut. Banyak masjid yang belum bisa mengelola sumber daya yang diperoleh dari masyarakat dengan kualitas yang baik dan benar. Padahal ini merupakan hal yang sangat penting, karena masyarakat juga ingin mengetahui apakah sumber dana yang diberikan pada masjid disalurkan dengan benar.

Oleh karena itu, masjid sebagai salah satu organisasi nirlaba harus dapat mempertanggungjawabkan informasinya karena menyangkut kepentingan orang banyak. Lembaga masjid dalam pengelolaan keuangannya membutuhkan penerapan akuntansi yang baik sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap para donator dan masyarakat sekitar yang menjadi jamaah masjid. Seperti diatur dalam PSAK No. 45 revisi tahun 2011 dapat dijadikan panduan untuk menyusun laporan keuangan sehingga laporan keuangan yang dihasilkan akuntable dan lebih transparan.

Hal ini juga menjadi jawaban atas ketidakpercayaan masyarakat yang bertanya-tanya tentang laporan keuangan masjid yang selama ini biasanya pencatatannya sangat sederhana dan tidak detil.  Menurut ISAK 35 laporan keuangan terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Oleh karena itu, Masjid Madinatul Munawaroh perlu menerapkan standar akuntansi organisasi nonlaba berdasarkan ISAK 35 dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangannya. Jika laporan keuangan disajikan sesuai dengan ISAK 35 secara langsung akan membuat para donatur dan masyarakat sekitar merasa percaya dengan pengalokasian dana dan pertanggungjawaban dana yang telah dikelola dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk Laporan Keuangan di Masjid Jogokaryan.

TUJUAN DAN MANFAAT KEGIATAN

  1. Tujuan Kegiatan
  2. Mengetahui dan mendeskripsikan konsep Akuntansi Masjid b. Mendeskripsikan pengelolaan keuangan masjid c. Menganalisis pelaporan Keuangan Masjid; dan d. Mengilustrasikan Laporan Keuangan Masjid
  3. Manfaat Kegiatan
  4. Bagi pengelola masjid Diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang materi Akuntansi Keuangan Masjid dan menerapkannya pada dunia nyata. b. Bagi takmir Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan contoh untuk masjid-masjid lain supaya dapat melakukan pencatatan serta pengelolaan keuangan yang baik dan benar berdasarkan ISAK 35 yaitu tentang pelaporan keuangan entitas nonlaba.
  5. Metode Pelaksanaa

Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah: a. Observasi terkait peran Akuntansi dan keuangan dalam pengelolaan masjid. b. Wawancara terkait peran Akuntansi dan keuangan dalam pengelolaan masjid.

  1. Hasil dan Pembahasan

Pengabdian kepada masyarakat adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas. Secara umum program ini dirancang oleh Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan setiap dosen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud tanggung jawab IAIN Metro sebagai Lembaga pendidikan yang dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Senin-Jumat/19 s.d 23 Juni 2023

Waktu              : 07 s/d Selesai

Tempat            : Masjid Jogokaryan, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa                                                                   Yogyakarta 55142

Kegiatan          : Observasi dan wawancara keuangan peran akuntansi dan keuangan dalam pengelolaanmasjid. Jumlah dosen yang hadir sebanyak 8 orang kemudian kami mulai melakukan observasi dan wawancara terait dengan isu dan tema kegiatan masing-masing kelompok kepada ketua, bendahara serta pengurus masjid.

  1. Rekomendasi

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diterapkan dapat memberi manfaat kepada khalayak luas, maka selanjutnya merekomendasi:

  1. Perlu adanya kesinambungan kegiatan dan evaluasi setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan, sehingga para pengelola masjid terutama takmir dapat secara mandiri mengelola keuangan sesuai dengan standar akuntansi keungan.
  2. Mengadakan edukasi yang serupa kepada komunitas masyarakat lain yang berbeda.

Redaksi TabikPun :