Peningkatan Kompetensi Dalam Pengelolaan Akuntansi UMKM Pada Kampung Bunga Aglonema Lampung Tengah

Tim Pengabdian IAIN Kota Metro saat memberikan pelatihan kepada masyarakat. (Ist)

Tabikpun.com – Perekonomian merupakan kegiatan pokok pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dengan aktifitas perekonomian ini masyarakat dapat mengembangkan kreatifitas usaha melalui UMKM dan memperoleh pendapatan sebagai penopang kehidupan sehari-hari. Setidaknya dalam perkembangan perekonomian UMKM merupakan penyumbang pendapatan cukup signifikan bagi Daerah.

Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Lampung. Kabupaten ini terletak lebih kurang 75 kilo meter dari ibukota Provinsi Lampung yaitu Kota Bandar Lampung. Kabupaten Lampung Tengah dulunya merupakan kabupaten terluas kedua di Provinsi Lampung hingga diterbitkan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 1999 yang memecah kabupaten ini menjadi dua kabupaten dan satu kota yaitu Lampung Tengah sendiri, Lampung Timur dan Kota Metro.

Pada tanggal 1 Juli 1999 Ibukota Lampung Tengah yang semula berada di Kota Metro dipindahkan ke Gunung Sugih. Keseluruhan kegiatan pemerintahan dengan skala kabupaten dipusatkan di Gunung Sugih sedangkan 2 untuk kegiatan perdagangan dan jasa dipusatkan di Bandar Jaya. Kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah terbagi menjadi 28 kecamatan. Desa Srisawahan merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Punggur yang ada di Lampung Tengah.

Masyarakat Desa Srisawahan Kecamatan Punggur mayoritas adalah wirausaha. Dimana usaha tersebut bergerak dibidang pertanian, ekonomi, peternakan serta industry kerajinan dan jasa. Lingkungan masyarakat Desa Srisawahan sangat produktif terutama pada pertumbuhan perekonomian yang berasal dari kegiatan UMKM, dimana kegiatan tersebut sebagai usaha sampingan ataupun mata pencaharian utama bagi masyarakat Desa Srisawahan. Usaha produktif tersebut adalah usaha budidaya tanaman hias.

Tim pengabdian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Prodi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Metro yang beranggotakan Era Yudistira, M.Ak., Lella Anita, M.SAk., Carmidah, M.Ak., Thoyibatun Nisa, M.Akt., Northa Idaman, M.M., fokus terhadap peningkatan kompetensi dalam pengelolaan akuntansi UMKM pada Kampung Bunga Aglonema Lampung Tengah.

Mewakili Tim Pengabdian, Lella Anita, M.SAk., menerangkan, tanaman hias dikategorikan sebagai usaha bidang pertanian. Adapun tanaman hias yang diperjual belikan adalah tanaman Aglonema. Berawal dari sebuah hobi masyarakat sekitar yang tertarik dalam memanfaatkan lahan pertanian sehingga memunculkan suatu ide untuk memanfaatkan lahan pertanian dan ditanami tanaman hias sebagai peluang bisnis.

Peluang bisnis inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat dengan memahami situasi pasar dan selera pasar. Sehingga tak heran di Desa tersebut dapat dijumpai lahan-lahan pembibitan bunga Aglonema. Namun terdapat beberapa permasalah yang dihadapi masyarakat sebagai pedagang yaitu kesulitan pemasaran, keterbatasan inovasi, teknologi dan yang 3 paling kompleks khususnya keterbatasan dalam menyusun dan membuat laporan keuangan.

Keterbatasan dalam menyusun laporan keuangan ini menyebabkan kesulitan bagi masayarakat untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang diperoleh dalam aktifitas transaksi. Padahal untuk segi pendapatan dari perolehan penjualan tanaman hias aglonema sendiri mencapai angka yang fantastis Rp.40.000.000,- tiap bulannya.

Dalam hal ini perlu adanya penyusunan laporan keuangan melalui pencatatan akuntansi. Selama aktivitas perdagangan masih menggunakan media uang sebagai alat untuk jual beli, akuntansi menjadi sangat dibutuhkan bagi mereka. Banyak pengusaha merasa bahwa apa yang mereka jalani telah berjalan secara normal namun kenyataannya tidak demikian terlebih dalam hal kinerja keuangan. Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang ada, maka perlu diadakan kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi dalam pengelolaan akuntansi untuk pelaku dan penggerak usaha dalam pengelolaan keuangan. Pelatihan akuntansi yang menjadi focus pada kegiatan ini adalah pencatatan akuntansi dasar atau sederhana dan disesuaikan dengan keadaan maupun kondisi yang ada.

  1. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Hal pertama yang harus dipahami dalam proses pelatihan peningkatan kompetensi pencatatan akuntansi dasar bagi pelaku usaha dalam hal 4 pengelolaan keuangan ini yaitu warga masyarakat yang memliki usaha bunga Aglonema ini benar-benar belum pernah mengenal pencatatan akuntansi. Selain itu, belum adanya pendampingan terkait pencatatan akuntansi dan pelaporan keuangan. Untuk mencari solusi diatas, maka kami tim pengabdian Dosen Prodi Akuntansi Syariah IAIN Metro akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Desa Desa Srisawahan dengan melakukan pelatihan peningkatan kompetensi pencatatan akuntansi dasar bagi pelaku usaha dalam hal pengelolaan keuangan.

  1. PEMBAHASAN

Tujuan dilaksanakannya kegiatan riset pengabdian masyarakat adalah sebagai upaya untuk membantu masyarakat sekitar dalam melaksanakan beberapa aktivitas bisnis. Program yang dirancang oleh IAIN Metro ini adalah untuk memberikan kontribusi secara nyata kepada masyarakat, terlebih dalam upaya kesejahteraan, kemajuan serta perkembangan masyarakat. Adapun uraian kegiatannya adalah sebagai berikut :

  1. Lokasi dan Waktu Pelaksanaan

Kegiatan Pelatihan dilakukan tanggal 16 sampai dengan tanggal 17 Oktober 2021 di Desa Srisawahan Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah.

  1. Sasaran

Sasaran yang terlibat di pengabdian masyarakat ini adalah warga Masyarakat yang berada di Desa Srisawahan Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Peserta dalam kegiatan pelatihan Peningkatan Kompetensi Dalam Pengelolaan Akuntansi UMKM pada Kampung Bunga Aglonema Lampung Tengah yaitu sebanyak 20 orang.

  1. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  2. Kesimpulan

Hasil pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa pelaksanaan pengabdian tentang Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dalam Pengelolaan Akuntansi UMKM pada Kampung Bunga Aglonema Lampung Tengah telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Seluruh peserta yang mengikuti acara antusias hingga kegiatan berakhir dan mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilakukan serta memperoleh manfaat dari kegiatan pelatihan yang dilakukan untuk perkembangan usaha yang saat ini dijalankan.

  1. Rekomendasi

Dari evaluasi hasil kegiatan pengabdian masyarakat melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Dalam Pengelolaan Akuntansi UMKM dapat memberikan manfaat kepada khalayak luas khususnya masyarakat Desa Srisawahan Kabupaten Lampung Tengah, maka selanjutnya rekomendasi yang diajukan untuk kegiatan selanjutnya adalah:

  1. Harus ada upaya yang berkesinambungan atas rangkaian kegiatan dari pengabdian masyarakat untuk dapat melihat sejauh mana perkembangan usaha yang dijalani serta mengetahui kendala dan solusi dari 14 permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan usaha UMKM.
  2. Melakukan kegiatan edukasi dan evaluasi serupa pada komunitas masyarakat lainnya dengan lokasi yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Barchelino. R. 2016. Penilaian Persediaan Barang Dagangan Pada PT Surya Wenang Indah Manado. Jurnal EMBA, No. 4 (14) Hal. 837-846. Hery. 2015. Pengantar Akuntansi Comprehensive Edition “Lengkap dengan Kumpulan Soal dan Solusi”. Jakarta. PT Grasindo. Undang Undang Usaha Mikro Kecil, dan Menengah. 2008. Pub. L. No. 20.

Redaksi TabikPun :