Penjualan Hewan Kurban Menurun Drastis

Suep, penjual hewan kurban (berbaju hitam) di Jl. Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, Metro Pusat, Kota Metro sedang malayani pembeli kambing, Kamis (15/7/2021). (Adi)

METRO – Penjualan hewan kurban menurun drastis di Kota Metro. Dari pengakuan seorang pedagang hewan kurban, tahun ini merupakan moment penjualan terparah.

“Saya mulai buka seperti ini dari tahun 2016 dan tahun ini penghasilan yang paling sepi, beda dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Suepriyadi (29) penjual hewan kurban yang membuka stan di Jalan Letjend Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Kamis (15/7/2021).

Hingga H-5, katanya, ia baru menjual enam ekor kambing, itu pun dibeli oleh pihak keluarganya. “Biasanya tahun lalu H-5 gini sudah laku 10-20 ekor kambing,” keluhnya.

Pemuda yang akrab disapa Suep ini berharap, dua-tiga hari menjelang Idul Adha pembeli mulai ramai. Saat ini, harga kambing bervariasi, mulai Rp 2 juta sampai Rp 4,5 rupiah.

“Sementara, ciri kambing yang sehat, dia aktif, makannya rakus, dan matanya normal. Kalau kambing nggak sehat biasanya pilek, beler hidungnya, belekan matanya, dan cenderung pasif,” jelasnya.

Ia menerangkan, bahwa ternak yang dijualnya membeli dari petani. Untuk hari biasa, lebih dominan penjualan sapi.

“Selama dua bulan kami urus dan rawat dan sampai sudah dekat Idul Adha kami pasarin di lapak,” lanjut Suep.

Ia menjelaskan, kambing yang layak dijual yaitu sudah berusia dua tahun, dapat dilihatnya di bagian giginya.

“Kami juga melayani untuk seluruh Lampung dan kalau luar Metro kita minta biaya tambahan untuk mengantar kambing ke alamat tujuan. Untuk harga sapi mulai dari 17-40 juta,” pungkasnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :