www.tabikpun.com, Metro – Sekitar 2.000 unit Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Bumi Sai Wawai akan ditambah tahun ini. Saat ini baru sekitar 2.673 unit yang terpasang di seluruh wilayah Metro.
Wali Kota Metro Achmad Pairin menjelaskan, kebutuhan LPJU wilayah setempat mencapai 8.000. Sementara yang telah terpasang baru sekitar 30 persen. Pemkot akan melakukan penambahan secara berkala.
“Kekurangan penerangan ini masih sekitar 5.000-an. Kami sudah bicarakan dengan pihak ke tiga, ada yang bersedia memberi hutang ke Pemkot Metro untuk 2.000 ribu unit tanpa bunga,” ujarnya selepas Musrenbang Kota Metro di Wisma Haji, Rabu (1/3).
Pairin memastikan, penambahan 2.000 unit LPJU dilakukan pada tahun ini. Secara prioritas, ditempatkan pada wilayah seperti perbatasan kabupaten/kota. Pihaknya juga mengusulkan pembangunan berkesinambungan pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
“Ada beberapa usulan yang sudah kita sampaikan ke Pemprov Lampung. Seperti pembangunan jembatan antar kabupaten/kota. Itu di Kelurahan Yosodadi Metro Timur menuju Batanghari Lampung Timur,” tukas Bangkit Haryo Utomo, Plt Sekkot Metro.
Usulan tersebut, terus Bangkit, dikarenakan Pemkot Metro tidak sanggup membiayai pembangunan dari APBD. Karenanya, berharap mendapat bantuan dari APBD Pemprov Lampung.
“Tapi lokasi jembatan tersebut katanya tidak strategis bagi Pemprov Lampung. Makanya belum dibangun-bangun. Padahal ada pusat pendidikan di Metro Timur. Harapan kita tentu bisa dibangun. Kita juga minta normalisasi sungai Sekampung,” imbuhnya.
Menyikapi usulan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengaku akan mengupayakan sejumlah usulan Bumi Sai Wawai dalam Musrenbang Kota Metro.
Asisten I Pemerintahan dan Kesra Pemprov Lampung Heri Suliyanto mengaku, akan mengupayakan beberapa usulan terkait antisipasi banjir di Metro. Terutama melalui normalisasi sungai, penambahan tanggul, dan pengerukan sungai.
“Nanti kita kaji. Dan khusus untuk penambahan LPJU di sini, juga akan kami upayakan. Mengingat kebutuhan LPJU di Metro mencapai 8.000 unit. Sementara yang terpenuhi baru 30 persen,” tuntasnya. (Adv)