Perjalanan Untuk Menikmati Suasana Sejuk di Kilogram Café Lembang

Bumi Bagja juga menyediakan fasilitas sarapan dan welcoming snack, yang semakin menambah kenyamanan pengalaman menginap. (Ist)

Tabikpun.com – Pagi masih gelap ketika alarm berbunyi, menandakan waktunya untuk bersiap. Saya segera bangun dan mulai berkemas karena pukul 07.00 WIB, saya dan teman-teman berencana berangkat ke Bandung.

Kami ingin tiba lebih awal agar punya banyak waktu untuk menikmati perjalanan. Perjalanan dari Sukabumi ke Bandung memakan waktu sekitar tiga jam, jadi kami tidak ingin terlambat. Begitu semua sudah siap, kami berkumpul dan berangkat bersama.

Suasana di dalam mobil sangat menyenangkan. Kami saling bercanda, berbagi cerita, dan mendengarkan lagu-lagu favorit sepanjang jalan. Perjalanan yang cukup panjang ini terasa ringan karena kami menikmati setiap momennya.

Setibanya di Bandung, perut kami mulai terasa lapar. Kami sepakat untuk mencari bakso, karena cuaca yang cukup sejuk membuat kami ingin menikmati makanan berkuah hangat.

Setelah mencari rekomendasi di internet, nama Bakso Semar di Jalan Cihampelas muncul sebagai salah satu yang terbaik. Tanpa berpikir panjang, kami langsung menuju ke sana.

Begitu tiba, aroma kaldu yang menggoda langsung menyambut kami. Kami segera memesan bakso dan menikmatinya dengan penuh antusias. Benar saja, rasanya tidak mengecewakan! Kuahnya kaya rasa, baksonya kenyal, dan porsinya cukup besar.

Sarapan yang sempurna sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi utama kami Kilogram Café di Lembang. Setelah kenyang, kami kembali ke mobil dan mulai melanjutkan perjalanan ke Lembang.

Jarak dari pusat kota Bandung ke Lembang memakan waktu sekitar satu jam. Sepanjang perjalanan, udara semakin sejuk, dan pemandangan di sepanjang jalan semakin memanjakan mata.

Hutan pinus, bukit hijau, serta kabut tipis yang mulai turun menambah kesan sejuk dalam perjalanan kami. Begitu sampai di Kilogram Café, kami langsung terpesona dengan suasananya. Café ini benar-benar terlihat seperti di tengah hutan, dikelilingi pepohonan rindang dan udara yang sangat segar.

Nuansa alami yang menyatu dengan konsep café ini membuatnya terasa unik dan berbeda dari kebanyakan tempat nongkrong di kota. Sebelum masuk, kami harus melakukan scan QRIS dengan minimal pemesanan Rp100.000 per orang.

Ini menjadi sistem pembayaran yang cukup unik, karena setelah masuk, kami bisa langsung memilih menu dan menikmati suasana tanpa perlu repot membayar lagi. Saat masuk ke area café, kami disambut dengan desain tempat yang sangat estetik. Bangunan café didominasi kayu dan lampu kuning, memberikan kesan alami dan modern sekaligus.

Yang paling menarik adalah area duduk outdoor-nya, dimana pengunjung bisa duduk di bawah tenda kecil, menikmati udara segar Lembang yang tetap dingin meski di siang hari. Kami memilih tempat duduk di area outdoor, tepat di bawah pohon-pohon tinggi.

Angin sepoi-sepoi yang berhembus menambah kenyamanan, membuat kami semakin betah. Kami pun mulai menikmati makanan dan minuman yang dipesan.

Beberapa dari kami memilih kopi, sementara yang lain memesan cokelat panas dan teh oolong yang cocok dengan suasana dingin Lembang. Tidak lupa, kami mengabadikan momen dengan berfoto di berbagai sudut café. Kilogram Café memang memiliki banyak spot foto menarik yang membuat tempat ini semakin populer di media sosial.

Setelah puas berbincang dan berfoto, kami memutuskan untuk bersiap pulang sebelum hari semakin sore. Saat kami mulai meninggalkan Kilogram Café, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya. Jalanan yang sebelumnya kering mulai basah, dan suhu udara pun semakin turun. Namun, kejutan terbesar datang di tengah perjalanan ada kabut tebal tiba-tiba menyelimuti jalanan, menciptakan suasana yang dramatis sekaligus menakjubkan.

Meskipun sedikit menegangkan, momen ini menjadi salah satu pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan pulang terasa lebih syahdu dengan hujan dan kabut yang menyelimuti Bandung sore itu. Setibanya di tengah kota, kami memutuskan untuk makan lagi sebelum benar-benar pulang.

Pilihan kami jatuh pada Mie Gacoan, tempat makan yang terkenal dengan mie pedasnya serta harganya yang sangat terjangkau. Dengan harga mulai dari Rp10.000, kami bisa menikmati seporsi mie yang lezat dan cukup mengenyangkan.

Kami menghabiskan waktu sebentar untuk makan sambil berbincang tentang pengalaman hari itu. Semua sepakat bahwa perjalanan ke Kilogram Café benar-benar menyenangkan dan sesuai ekspektasi.

Café ini bukan hanya menawarkan tempat yang estetik, tetapi juga suasana yang nyaman serta konsep unik yang membuatnya berbeda dari café lain. Setelah selesai makan, kami kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke Sukabumi. Sepanjang jalan, kami masih sibuk memilih foto-foto terbaik untuk diunggah ke media sosial, sambil tertawa mengenang momen-momen seru yang telah kami lewati.

Nama : Jihan Syalina Wardah

Nim : J1401241052

Redaksi TabikPun :