LAMPUNG TENGAH – Pemkab Lampung Tengah (Lamteng) memastikan tidak pernah membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar-golongan. Hal tersebut ditegaska Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto dalam upacara melasti umat Hindu di Danau Tirta Gangga, Kecamatan Seputihbanyak, Senin (4/3/2019).
“Lamteng ini penduduknya beraneka ragam. Pemkab Lamteng juga tak membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar-golongan. Sebagai kepala daerah, saya berharap tetap menjaga kerukunan,” katanya, Senin (4/3/2019).
Menurutnya, dalam ritual keagamaan bukan hanya umat Islam yang menjadi perhatian. “Umat Hindu juga kita berangkatkan ke India dalam program ritual keagamaan. Biasanya dari tahun ke tahun 10 perwakilan ke India. Tapi, tahun ini program dialihkan ke Provinsi Bali. Ini pun diambil atas kesepakatan pemuka agama umat Hindu. Katanya tidak sealiran dengan umat Hindu di Lamteng kalau ke India,” ungkapnya.
Danau Tirta Gangga tempat upacara melasti ini, kata Loekman, sudah ada rencana dijadikan tempat destinasi wisata. “Di Danau Tirta Gangga ini akan kita jadikan sebagai destinasi wisata. Pengembangannya sudah dirancang Dewan Riset Daerah (DRD) Lamteng. Mudah-mudahan terwujud karena danau ini kewenangan Pemprov Lampung,” ungkapnya. (Adv)
“Lamteng ini penduduknya beraneka ragam. Pemkab Lamteng juga tak membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar-golongan. Sebagai kepala daerah, saya berharap tetap menjaga kerukunan,” katanya, Senin (4/3/2019).
Menurutnya, dalam ritual keagamaan bukan hanya umat Islam yang menjadi perhatian. “Umat Hindu juga kita berangkatkan ke India dalam program ritual keagamaan. Biasanya dari tahun ke tahun 10 perwakilan ke India. Tapi, tahun ini program dialihkan ke Provinsi Bali. Ini pun diambil atas kesepakatan pemuka agama umat Hindu. Katanya tidak sealiran dengan umat Hindu di Lamteng kalau ke India,” ungkapnya.
Danau Tirta Gangga tempat upacara melasti ini, kata Loekman, sudah ada rencana dijadikan tempat destinasi wisata. “Di Danau Tirta Gangga ini akan kita jadikan sebagai destinasi wisata. Pengembangannya sudah dirancang Dewan Riset Daerah (DRD) Lamteng. Mudah-mudahan terwujud karena danau ini kewenangan Pemprov Lampung,” ungkapnya. (Adv)