Puluhan Tahun Warga Waykunyir Gunakan Rakit Sebagai Transportasi Penyeberangan

Akibat tidak adanya jembatan penghubung perahu rakit jadi transportasi pilihan tercepat warga menuju ibu kota Pringsewu. (Nanang)

www.tabikpun.com, Pringsewu – Tidak adanya jembatan penghubung antara Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Tanggamus menjadi dilema tersendiri bagi warga Pekon Waykunyir Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu.

Selama puluhan tahun, warga setempat yang penghidupannya berasal dari sawit, karet, dan kakao mengalami kesulitan melakukan penjualan hasil perkebunannya. Lantaran terbentur jauhnya jarak karena tidak adanya jembatan penghubung atau pilihan menjual hasil perkebunannya kepada pengepul dengan harga murah.

Padahal, akses jarak menjadi lebih dekat untuk mencapai ibu kota Pringsewu atau Tanggamus jika pemerintah setempat membangun jembatan penghubung. Supri (33) warga setempat yang memberikan jasa penyeberangan menggunakan rakit mengaku jasa penyeberangan menggunakan rakit telah lama menjadi alternatif warga setempat.

”Saya hanya meneruskan pekerjaan kakek saya yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai buruh jasa penyeberangan ini mas. Tidak ada patokan harga, seiklasnya saja. Ada yang kasih Rp 10 ribu ada juga yang Rp 5 ribu, ya saya terima. Tidak pasti penghasilannya. Saya harap pemerintah cepat membangun jembatan disini mas, supaya kampung kami jadi ramai. Tidak seperti daerah tertinggal seperti ini,” keluhnya, Selasa (24/7).

Bukan hanya menyulitkan berkembangnya perekonomian masyarakat, potensi pariwisata yang dimiliki Pekon Waykunyir pun tidak dapat tereksplor dengan maksimal dengan tidak adanya jembatan penghubung tersebut. Padahal, Waykunyir memiliki air terjun yang akrab disebut curug tujuh yang mampu menjadi salah satu destinasi wisata di kabupaten setempat.

Kepala Pekon Waykunyir Suparman saat ditemui dikediamanya berharap pemerintah setempat atau pusat dapat sekali-kali berkunjung untuk melihat berbagai potensi di Pekon Waykunyir. Sehingga dapat mempertimbangkan pembangunan jembatan untuk mempermudah akses masyarakat lokal atau luar untuk datang berkunjung.

“Memang benar mas untuk perahu yang nyeberangin itu sudah lama itu. Itu akses yang paling dekat menuju ke ibukota Pringsewu. Kalau kendaraan motor bisa tapi mobil tidak bisa. Pemerintah daerah maupun pusat tinjaulah lokasi tersebut agar lebih mengetahui bagaimana kesulitan dan kendala bagi warga untuk mengeluarkan hasil bumi kami. Harapan saya kepada pemerintah ya secepatnya membangun jembatan penghubung itu,” pungkasnya. (Nanang)

Redaksi TabikPun :