Relokasi PKL Butuh Ketegasan Pemerintah 

Mahasiswa PTIK mengunjungi KNPI Metro di kediaman Ketua KNPI Kota Metro Affandi Atmanegara. (Angga)

Metro – Persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Kopindo rupanya menjadi penelitian Mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Hingga 11 mahasiswa turun ke Kota Metro untuk menggali informasi kepada seluruh elemen masyarakat, mencoba merangkum data merumuskan solusi bagi pemerintah setempat.

Ketua Rombongan Mahasiswa PTIK AKP Hoerrudin mengaku telah mewawancarai sejumlah elemen. Seperti Pemkot Metro, perwakilan PKL, dan tokoh pemuda di Kota Metro.

”Kunjungan kami ini fokus terhadap PKL di Pasar Kopindo. Dari hasil kunjungan kami ke pedagang Kopindo, sebenarnya mereka mau dipindahkan, asalkan semuanya. Jangan ada yang tetap berdagang di situ (Pasar Kopindo). Karena pembeli pasti tidak mau bergeser ke tempat yang baru jika masih ada pedagang di sana,” ungkapnya usai mengunkungi kediaman Ketua KNPI Kota Metro, Kamis (12/10/2017).

Pasalnya, lanjut dia, pasca relokasi yang dilakukan Pemkot Metro masih terlihat pedagang kembali berjualan di Pasar Kopindo. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat memicu pedagang lain kembali berdagang di pasar tersebut.

”Hal ini yang membuat pedagang yang sebagian besar mau direlokasi merasa adanya tebang pilih. Dari pengakuan para pedagang, jika harus dipindahkan ya direlokasi semua. Alasanya mereka khawatir pembeli tidak ke lokasi baru yang disediakan pemerintah setempat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, data yang berhasil dihimpun di lapangan akan disampaikan secara langsung kepada Walikota Metro Achmad Pairin. Dengan harapan dapat menjadi salah satu refrensi Pemkot Metro untuk memecahkan persoalan PKL di Pasar Kopindo.

”Besok (Jumat (13/10/2017), red) akan menyampaikan hasil wawancara yang kami dapat kepada walikota terkait PKL ini. Karena kami sebagai mahasiswa hanya meneliti dan mencari win-win solution dari persoalan yang ada. Ini lo saran-saran kami terkait permasalahan PKL di Kopindo ini. Yang datang ke Kota Metro sebanyak 11 orang mahasiswa, di dampingi dosen dan pejabat PTIK,” jelas dia.

Senada diutarakan Pejabat PTIK Kombes Sukma yang mendampingi para mahasiswa. Dibutuhkan ketegasan pemerintah daerah terkait PKL di Bumi Sai Wawai.

”Hasil pengamatan dan wawancara kami, pedagang Kopindo itu sebagian besar mau direlokasi. Asalkan semua, tidak ada PKL yang masih berdagang di pasar itu. Jadi ketegasan yang dimaksud tadi kalau sudah direlokasi jangan ada yang boleh berdagang lagi. Bentuk ketegasan itu seperti apa, dikembalikan lagi kepada Walikota dan jajaranya,” imbunya.

Sementara Ketua KNPI Kota Metro Affandi Atmanegara menilai, Pemkot Metro belum memaksimalkan fungsi pemuda di Kota Metro. Seperti tidak terlalu mengikut sertakan pemuda pada setiap perencanaan program pembangunan.

”Contohnya Musrenbang, kami tidak pernah diikut sertakan. Mulai dari tingkat bawah hingga tingkat kota. Malah kami yang punya inisiatif mengundang Pemkot untuk berdiskusi membahas kedepanya ekonomi Kota Metro akan seperti apa. Malah yang berwenang, yaitu Dinas Pasar tidak datang,” ungkapnya.

Serupa diutarakan Sekretaris KNPI Eka Syafrianto. Banyak sekali pembangunan yang dilakukan Pemkot Metro tanpa perencanaan yang matang.

”Kita lihat Nuwo Intan, belum ada pedagang yang pindah ke sana. Padahal sudah menghabiskan anggaran. Nah, malah sekarang sudah mau direhab lagi,” ketusnya. (Ga)

Redaksi TabikPun :