Saat ‘Ketupat’ Warga Metro Curhat Soal Pendidikan dan Nasib Guru Honorer

Para kader dan masyarakat antusias menyambut kedatangan cawagub Lampung Ahmad Jajuli. (Angga)

Metro – Saat ketemu paslon nomor empat (Ketupat) warga Bumi Sai Wawai meminta pendidikan gratis dan nasib guru honorer dapat diperhatikan. Curhatan itu disampaikan langsung kepada calon wakil gubernur Lampung nomor urut empat Ahmad Jajuli saat kampanye dialogis di Lapangan Kampus Kelurahan Iringmulya Metro Timur, Minggu (29/4/2018.

”Kalau saya mintanya pendidikan gratis dan guru honorer bisa diangkat,” kata Muryani warga Iringmulyo saat dipanggil maju ke atas panggung, Minggu (29/4/2018).

Sementara Nana warga Kelurahan Tejosari meminta agar masalah keluarga pra sejahtera dan pengangguran di Kota Metro dapat diatasi. ”Bagaimana cara mengatasi keluarga pra sejahtera dan pengangguran pak?” kata dia.

Pertanyaan warga pun langsung dijawab Ahmad Jajuli, ia mengaku banyak sekali program paslon nomor empat terkait pendidikan. Seperti satu rumah satu sarjana dan memberikan beasiswa sarjana kepada tafiz quran.

”Jika kita hitung berapa kemampuan anggaran Provinsi Lampung, menjalankan program satu rumah satu sarjana dan memberikan beasiswa terhadap tafiz quran itu sangat mungkin. Jadi ini bukan janji, tetapi pasti kami lakukan. Untuk pengangkatan guru honorer harus dilihat juga usianya, kalau tidak muda lagi ya tidak bisa dipaksakan. Tetapi kami sudah siapkan programnya, tidak perlu diangkat PNS kami siapkan anggaran agar pendapatkan guru honorer setara dengan guru PNS,” jelasnya.

Para pengus dan anggota DPRD dari PKS Kota Metro pun turut serta meramaikan Kampanye Dialogis di Lapangan Kampus. (Angga)

Soal keluarga pra sejahtera, sambung dia, telah disiapkan program bantuan Rp 20 juta bagi 22 kelompok di 22 Kelurahan di Kota Metro. Dan jika terpilih, ia memastikan Kota Metro menjadi prioritas daerah yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Dengan bantuan Rp 20 juta ini, kelompok-kelompok dapat memulai usaha mandiri mereka. Imbasnya tentu pada perekonomian dan jangka panjangnya akan terbuka juga lapangan pekerjaan baru. Saya juga akan menghapus yang namanya fee proyek itu. Akan saya serahkan hal seperti itu kepada KPK. Karena itu menyebabkan uang pembangunan menguap di Lampung,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar guru dapat segera melanjutkan jenjang pendidikan ketingkat sarjana. Program guru SMA harus sarjana pun telah masuk dalam rencananya saat berhasil memimpin Lampung.

“Jadi bagi guru yang masih berpendidikan SMA jangan tergiur dengan uang Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu untuk memberikan suaranya di pemilihan nanti. Karena jika guru ingin sarjana kami telah menyiapkan programnya. Sudah kami hitung biayanya, total hingga lulus sebagai sarjana itu Rp 40 juta. Nah, mau pilih mana, Rp 50 ribu atau Rp 40 juta,” tukasnya. (Ga)

Redaksi TabikPun :