Sampah Luar Daerah Masuk TPAS Karangrejo, Darsono Desak Wali Kota Evaluasi Dinas LH

Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Sudarsono. (Mahfi)

METRO – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, yang terletak di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian datang dari Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Sudarsono yang mendapati adanya dugaan aktivitas pembuangan sampah dari luar daerah ke TPAS tersebut, Kamis (10/4/2025).

Temuan ini mencuat setelah beredarnya video Sudarsono yang tengah menegur seorang sopir truk bermuatan sampah asal Kabupaten Lampung Tengah. Dalam rekaman tersebut, Sudarsono mempertanyakan soal pungutan biaya yang dikenakan kepada sopir untuk membuang sampah di TPAS Karangrejo.

“Lima ratus ribu, ada kwitansinya?” tanya Sudarsono. Sang sopir mengaku bahwa bukti pembayaran tersebut berada di rumah, yang diungkapkannya dalam Bahasa Jawa.

Sudarsono kemudian mengikuti sopir tersebut sambil menyatakan bahwa truk tersebut berasal dari luar wilayah Metro. Ia juga menegaskan bahwa langkah tegas perlu diambil, termasuk mengevaluasi seluruh perangkat yang bertugas di TPAS, bahkan jika perlu hingga kepala dinasnya.

“Walikota, saya ingatkan, ini harus ditegakkan. Semua perangkat di TPA harus dipindah,” ucapnya tegas.

Tak hanya prihatin terhadap kondisi saat ini, Sudarsono yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Metro dan pernah menjabat Ketua DPRD periode 2009–2014 itu, turut mengingatkan betapa peliknya proses awal pembentukan TPAS Karangrejo.

“Dulu saya lurah, untuk tanda tangan ini tidak gampang. Saya sekolah sampai ke Magelang, Salatiga, dan Purwokerto soal pengelolaan sampah,” ujarnya mengenang.

Darsono menyayangkan kondisi saat ini, di mana TPAS Metro justru dimanfaatkan untuk menampung sampah dari luar daerah, sementara pengelolaan internal justru terkesan terbengkalai. Bahkan, ia mengeluhkan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, termasuk lahan pertanian miliknya yang kini dipenuhi lalat.

“Saya engga bisa makan di sawah saya. Tidak bisa lagi, lalatnya banyak,” keluhnya.

Sudarsono berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro segera bertindak tegas dan menyusun ulang sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan, demi menjaga lingkungan dan kenyamanan masyarakat di Bumi Sai Wawai. (Mahfi)

Redaksi TabikPun :