Sedih, Dinding Geribik Atap Terpal Saksi Perjuangan Siswa SDN 01 Bunga Mayang Menimba Ilmu

Meski jauh dari kata layak, siswa Kelas II SD Negeri 01 Haduyang Ratu, Bunga Mayang, Lampung Utara tetap semangat mengikuti proses belajar mengajar. (Adi/Yono)

LAMPUNG UTARA – Sedih, kata ini tampaknya pantas menggambarkan keadaan siswa SDN 01 Haduyang Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Bagaimana tidak, ruang kelas yang digunakan jauh dari kata layak. Beratapkan terpal, sedangkan dinding terbuat dari triplek, papan, dan geribik. Barang tentu tidak membuat nyaman siswa.

Kecemasan pun timbul waktu cuaca tidak bersahabat. Mau tidak mau, guru harus memulangkan siswa saat angin kencang atau hujan lebat.

Meski demikian, pewarta tabikpun.com masih melihat semangat para siswa saat berkunjung ke SD tersebut pada, Selasa 19 Juli 2022. Dimana PTM tahun ajaran 2022/2023 baru dimulai selama dua hari.

Kepala Sekolah SD Negeri 01 Haduyang Ratu, Rizal Karnain mengaku, harus memulangkan siswa apabila hujan turun ataupun angin kecang datang. Pihak sekolah tidak berani mengambil resiko, karena membahayakan anak-anak dengan kondisi sekolah yang tidak ada  tempat berlindung, sejak 2012 silam.

“Hanya ada 1 dari 4 ruang kelas, yang layak digunakan. Itupun baru mendapatkan bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara tahun anggaran APBD 2021, satu lokal,” bebernya.

Ironisnya, jangankan ruang kantor untuk 7 Guru yang mengajar, terdiri dari 2 PNS, termasuk Kepala Sekolah, 2 orang PPPK, dan 3 tenaga honorer untuk beristirahat. Fasiltas kamar mandi ataupun sumur untuk buang air keci dan besar, tidak ada. Terkadang mereka terpaksa ke masjid atau kebun.

“Sudah kami upayakan mengajukan proposal bantuan untuk gedung sekolah yang layak dan fasilitas saranan prasarana yang memadai, tetapi belum terakomodir pihak dinas,” kata dia.

Alhasil, terpaksa membagi kelas dalam satu ruangan untuk 76 siswa SDN 01 Haduyang Ratu, yang ada di dusun III. Sebelumnya, SD tersebut terletak terletak di dusun I,  namun karena tanahnya bersengketa dan jarak cukup jauh, akhirnya gedung sekolah berpindah ke bekas Balai Dusun I,  Desa Haduyang Ratu.

Salah satu, siswi Kelas 6 SD Negeri 01, Haduyang Ratu, Desita Nur Kumala Sari,  mengungkap kesedihannya 6 tahun bersekolah dengan kondisi yang memperhatinkan. Ia brsyukur diakhir pendidikan ia dapat menikmati sekolah yang layak seperti sekolah pada umumnya.

“Sedih pak (melihat kondisi sekolah). Apalagi kalau hujan, meja jadi basah, saya berharap, agar sekolah tempat menimba ilmu agar diperbaiki. Supaya kami belajar nyaman,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Handuyang Ratu, Hermansah, membenarkan kondisi SD yang ada di desanya. Ia mengatakan, sekolah tersebut merupakan satu-satunya SD yang ada di Desa Handuyang Ratu. Warga setempat terpaksa menyekolahkan anaknya di SD tersebut, sebab jika untuk bersekolah di desa lain, jaraknya mencapai 4 kilometer.

“Saya berharap agar pemerintah dapat segera memberi bantuan, untuk memperbaiki atau membangun ruang kelas di sekolah tersebut,” tutupnya. (Adi/Yono)

Redaksi TabikPun :