METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menyiapkan pendampingan psikologis kepada pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang diduga melakukan percobaan bunuh diri.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Metro, Kusbani, menyatakan, pihaknya akan menyikapi kejadian ini secara menyeluruh, termasuk kemungkinan adanya gangguan mental atau psikologis yang dialami korban.
Saat dimintai keterangan mengenai kronologi kejadian, Kusbani mengaku tidak mengetahui secara detail. Namun, ia memastikan dirinya turut berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung dan menyebut korban masih dalam kondisi dapat diselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit.
“Jadi masih bisa selamat terkait kejadian kemarin. Saat saya di rumah dinas, ada telepon masuk yang mengabarkan kejadian di kantor PU itu,” ujar Kusbani kepada awak media, Selasa (5/5/2026).
Terkait penyebab insiden tersebut, Pemkot Metro belum dapat memberikan kesimpulan pasti. Kusbani mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diketahui sempat mengalami kegelisahan dalam beberapa hari terakhir sebelum kejadian.
“Selama tiga hari terakhir, korban mengalami kegelisahan dan ketakutan terkait kondisi psikisnya. Itu yang disampaikan oleh istrinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Metro membuka kemungkinan adanya pendampingan psikologis bagi korban sebagai bagian dari langkah pemulihan. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kondisi korban setelah pulih.
“Nanti akan kita lihat setelah korban sembuh. Kita akan tanyakan apa yang dibutuhkan. Jika memang ada gangguan psikologis atau kaitan mental, tentu akan kita sikapi bersama,” tegas Kusbani.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan urgensi kesehatan mental di lingkungan kerja, khususnya di instansi pemerintahan. Penanganan yang tepat dan dukungan psikologis dinilai menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. (Mahfi)