Sumarsono Serius Ingin Sejahterakan Petani Lampung Tengah, Ini Buktinya

Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah ini mengembangkan bibit jagung infrida, sehingga dapat digunakan untuk bibit lagi yang akan diberikan kepada petani di Lamteng. (Mozes)

Lampung Tengah – Komitmen sebagai wakil rakyat yang selalu ingin mensejahterakan petani serta mendudukung program kedaulatan pangan Joko Widodo terus dilakukan oleh Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah (Lamteng) dari Fraksi PDI  Perjuangan Sumarsono.

Tahun ini, Sumarsono akan kembali membagikan bibit jagung kepada petani di Lampung Tengah. Dimana sebelumnya ia telah memberikan edukasi kepada petani agar dapat membuat bibit padi yang baik.

”Alhamdulillah edukasi bibit yang saya berikan sudah dijalan dengan baik. Maka pada periode ini saya akan mengedukasi masyarakat bagaimana membuat bibit jagung sendiri dan tidak harus beli,” jelasnya, Senin (12/3/2018).

Ia menerangkan, saat ini harga bibit jagung Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kg. Padahal pada masa nenek moyang dahulu tidak pernah membeli bibit tetapi dengan membuat sendiri.

“Untuk itulah saya mengedukasi petani agar mandiri bibit ke depannya,” ungkap Sumarsono di kebun percontohan pertaniannya.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan bibit ini jagung tersebut, Anggota Komisi II DPRD Lampung Tengah ini mengembangkan bibit jagung infrida, sehingga dapat digunakan untuk bibit lagi.

‘’Dalam memberikan edukasi masyarakat ini kami mengembangkan bibit Infrida bukan hibrida. Ini dapat kembali digunakan sebagai bibit kembali. Dan pada bulan 9-10 pada saat musim labuhan dan musim hujan, masyarakat biasanya akan mulai menanam jagung dan kita akan mulai membagikan bibit ini,” terangnya.

Mengatasi turunnya harga jagung pada saat jumlah panen melimpah, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan penerima jagung di Lampung Tengah. Bahkan, Sumarsono akan membuat unit usaha yang berbahan baku jagung sehingga ada nilai tambah yang didapat oleh masyarakat.

‘’Pada saat bibit kita terkumpul, kita akan mencoba panggil beberapa perusahaan yang biasa membeli jagung untuk melakukan kontrak di depan, akan kerja sama dan harga berapa, dengan kadar air berapa. Setelah ada ketentuan harga, kita akan mulai tanam dan akan kita salurkan pada perusahaan tersebut,” ujarnya.

“Bahkan kalau perlu kita akan bina masyarakat untuk tidak langsung menjual jagung tersebut kepada perusahaan saja, tetapi bagaimana kita olah sehingga mendapatkan nilai tambah dan disanalah padat karyanya,” katanya.

Hal yang melatarbelakangi Anggota DPRD Lampung Tengah ini untuk melakukan edukasi dan memberi perhatian kepada petani di Lampung Tengah adalah keprihatinannya pada petani yang selama ini hanya dijadikan objek. Untuk itulah pihaknya minta kepada dinas terkait untuk dapat meningkatkan kinerjanya, responsib atas keluhan masyarakat serta pembinaan yang kontinue. (Mozes)

Redaksi TabikPun :