METRO – DPRD Kota Metro mendorong pemerintah menganggarkan Rp 28 Miliar pada APBD 2022 untuk memberikan layanan gratis Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) setempat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Metro Fahmi Anwar mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah merealisasikan program Universal Health Coverage (UHC) yang ditargetkan tercapai pada 2024. Dengan keikutsertaan JKM minimal 95 persen dari jumlah penduduk.
“Nah, kalau bisa lebih cepat, kenapa harus nunggu sampai 2024. Kami (DPRD) mendukung program tersebut. Makanya kami dorong Wali Kota mempercepat pencapaian kepesertaan masyarakat,” katanya saat rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinkes, BPJS Kesehatan, Dinsos dan Dinas Ketenagakerjaan Metro, Rabu (29/9/2021).
Apalagi, lanjut Fahmi, jaminan kesehatan merupakan salah satu visi misi Wali Kota Metro. Melihat kondisi keuangan pada APBD Metro juga sangat mampu untuk mengakomodir percepatan UHC. Di mana pemerintah hanya membutuhkan anggaran sebesar Rp 28 Miliar.
“Lebih baik kami mempercepat capaian UHC. Toh tiap tahun pun kami menganggarkan. Percepatan ini juga kan sesuai dengan program-program Wali Kota yang mau gratiskan masyarakat Metro yang terdaftar BPJS Kesehatan Kelas III,” bebernya.
Jika terealisasi, maka akan menjadikan Metro lebih cepat sebagai ‘Kota Sehat’. Ditambah lagi dengan kondisi saat ini, banyak masyarakat yang merasa keberatan dan menunggak pembayaran pelayanan BPJS. Karenanya dengan anggaran Rp 28 Miliar dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kebutuhan-kebutuhan dasar yang memang harus menjadi tanggung jawab pemerintah, ini harus menjadi prioritas. Karena yang kita tahu, bukan hanya peserta yang harus ditambah, tapi ada masyarakat kelas 3 yang hari ini tidak mampu membayar BPJS. Itu kurang lebih 11 ribu warga,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan keuangan Kota Metro sangat memungkinkan untuk bisa menganggarkan pada APBD 2022. “Jadi Rp 28 Miliar itu bukan hanya untuk kepesertaan baru, tapi untuk peserta kelas III pun akan dibayarkan. Termasuk yang menunggak. Dan itu untuk setahun. Jadi warga kita gratis pelayanan kesehatan selama satu tahun,” pungkasnya. (Adi)