Tembus 735 Kasus DBD Selama Desember 2024, Kota Metro Tetapkan Status KLB

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Metro, Verawati Nasution saat di wawancarai diruang kerjanya, Selasa (7/1/2025). (Mahfi)

METRO – Terjadi lonjakan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga mencapai 735 kasus sepanjang tahun 2024 di Kota Metro, ditambah empat kasus baru di Januari 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan drastis dibandingkan tahun 2023, yang hanya mencatat 122 kasus. Kenaikan signifikan ini membuat Kota Metro berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

Memasuki musim penghujan, kasus DBD di wilayah ini kian mengkhawatirkan. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Metro, Verawati Nasution, mengungkapkan, meskipun jumlah kasus melonjak, tidak ada laporan korban jiwa. Namun, upaya pencegahan terus digalakkan, salah satunya melalui program Gertak.

“Program Gertak menekankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan langkah 3M+, yakni menguras, menutup, mendaur ulang, serta tambahan seperti menggunakan lotion anti-nyamuk dan memastikan tidak ada pakaian tergantung yang bisa menjadi tempat persembunyian nyamuk di rumah,” kata Vera saat diwawancarai, Selasa (7/1/2025).

Selain itu, penggunaan abate pada genangan air juga disarankan untuk membunuh jentik nyamuk. Sayangnya, meski upaya ini terus dilakukan, kondisi di lapangan tetap memprihatinkan. Di RSUD A. Yani Metro, ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) terlihat penuh dengan pasien, dan diduga kasus DBD mendominasi jumlah pasien rawat inap. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait situasi tersebut.

Peningkatan jumlah kasus ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kota (Pemkot) dan masyarakat Metro. Penanganan serius serta kolaborasi aktif antara dinas kesehatan, fasilitas kesehatan, dan warga sangat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran virus dengue yang terus mengancam masyarakat di Bumi Sai Wawai. (Mahfi)

Redaksi TabikPun :