WAY KANAN – Sebatang kara, hidup di bawah garis kemiskinan, dan tinggal di ruma reyot yang hampir roboh, itu hidup yang harus dijalani Samiatun (72) atau akrab disapa Mbah Tun.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga Dusun Kediri 3, Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Way Kanan, bekerja mencari upahan kepada tetangga sekitar. Itupun tak selalu dibutuhkan tenaganya.
Mbah Tun juga mengaku sampai saat ini tidak pernah mencicipi bantuan pemerintah. Seperti PKH, BNPT, atau BPJS.
“Bantuan-bantuan opo mas, aku ora weruh, BPJS wae aku ora ono (bantuan-bantuan apa mas, saya enggak tahu, BPKS saja saya enggak punya,” ungkapnya saat dikunjungi IWO Way Kanan, Selasa (21/4/2020).
Kunjungan IWO sendiri bertujuan untuk membagikan sembako dan masker di pasar dan fasilitas umum di Kecamatan Baradatu. Dimana kegiatan sosial tersebut bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu.
Ketua IWO Way Kanan, Fito Aliestiady, bersama Kasi Intel Kejaksaan Negeri Way Kanan Marion, SH., mewakili Kajari, menyambangi kediaman dan melihat langsung keadaan Mbah Tun.
“Ini murni kepedulian dari kalangan pers yang ada di Way Kanan, khususnya yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online, karena sangat prihatin melihat kehidupan Mbah Samiatun,” kata Fito.
Menurutnya, keadaan Mbah Tun ini akan dilaporkan ke pihak yang berwenang, agar segera memberikan fasilitas bantuan orang miskin, dan menindaklanjuti hal ini, demi kepentingan masyarakat.
“Yang seperti ini mestinya juga diperhatikan pemerintah, aparat kampung, kecamatan, maupun dinas sosial. Jangan keluarga dekat saja yang selalu diusulkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi yang miskin, janda, karena tidak memiliki hubungan kerabat dengan aparatur, selalu tertinggal,” tegas Fito. (Dian)