Tertibkan PKL Taman Merdeka, Pemkot Siapkan Nuwo Intan dan Eks Transmigrasi Untuk PKL Berdagang

Sejumlah pedagang sempat memaksa untuk tetap berjualan di Taman Merdeka. Namun, berhasil dihalau barikade tim gabungan hingga akhirnya pedagang membubarkan diri. (Ist)

Metro – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres, Kodim 0411/LT, Dishub Kota Metro menertibkan pedagang, odong-odong, dan mainan anak di Taman Merdeka.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah pedagang sempat memaksa untuk tetap berjualan di Taman Merdeka. Namun, berhasil dihalau barikade tim gabungan hingga akhirnya pedagang membubarkan diri.

Kepala Satpol PP Kota Metro Imron mengatakan, para pedagang sudah diberikan waktu cukup panjang untuk pindah. Mulai dari surat imbauan, teguran, dan sosialisasi agar tidak lagi berjualan di Taman Merdeka.

“Itu diberikan waktu sangat panjang. Mulai dari tahun 2017. Teguran, plang, banner, aturan main, dan lain-lain sudah semua kita kerjakan. Prosedur sudah dilalui sesuai aturan. Tetapi masih saja tetap mau berjualan di sini,” katanya, Rabu (5/9/2018).

Karenanya, tim gabungan diturunkan untuk menertibkan pedagang Taman Merdeka dengan kekuatan 125 personil. Tim akan terus menjaga Taman Merdeka steril selama satu bulan ke depan. Petugas ditempatkan pada tiga titik.

“Itu ada di depan Bank Lampung, jalur lambat, dan depan Masjid Taqwa. 30 orang berjaga selama sebulan. Nanti kalau masih tetap berdagang, kita akan turunkan tim gabungan lagi dengan jumlah personil lebih banyak,” bebernya.

Ia menjelaskan, penertiban merupakan upaya untuk mengembalikan Taman Merdeka sebagai ruang terbuka hijau (RTH). “Jadi taman khusus untuk pengunjung saja. Para pedagang dipindahkan di Nuwo Intan dan eks Transmigrasi. Dan dalam rapat bersama, perwakilan pedagang itu setuju,” paparnya.

Asisten II Prayetno menambahkan, penertihan sesuai perda nomor 11 tahun 2017 ruang terbuka hijau. Dimana tidak ada aktivitas pedagang dan permainan anak.

“Persepsi kita jelas dari beberapa kali pertemuan, hindari konflik dan berjalan dengan kondusif,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro Leo Hutabarat menuturkan, jumlah pedagang di Taman Merdeka sebanyak 134. Dari jumlah tersebut, 20 pedagang sudah menempati Nuwo Intan. Sisanya menempati  eks Transmigrasi.

“Kemarin sudah diundi, yang menempati Nuwo Intan ada 20 pedagang. Sisanya ya di eks Transmigrasi. Dan itu cukup. Kita sudah hitung sesuai data. Jadi tinggal pindah saja pedagang. Bahkan kita lengkapi fasilitasnya,” bebernya.

Leo mengaku, pada lokasi eks Transmigrasi, pemerintah sudah membuat fasilitas seperti WC dan meratakan tanahnya. “Itu sebelumnya enggak ada. Sekarang ada tiga WC. Para pedagang silahkan berjualan di sana,” paparnya.

Sedangkan Pedagang Taman Merdeka yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang dan Usaha Permainan (P2UP) tetap menolak untuk dipindahkan ke Nuwo Intan dan eks Transmigrasi.

Ketua P2UP Taman Merdeka Budi Hartono menilai, lahan yang disediakan pemerintah, eks Transmigrasi, tidak layak untuk ditempati. Karena lokasi tersebut tidak akan cukup menampung 137 pedagang.

“Kami hanya mau berdagang. Tidak mau apa-apa. Kalau memang tidak boleh harus disiapkan tempat yang layak. P2UP tetap menolak kebijakan ini. Ini jumlahnya 137 pedagang dengan lokasi segitu. Ya tidak akan cukup. Itu tidak layak dan tidak manusiawi,” ujarnya.

Ia mengaku, dalam waktu dekat akan segera melakukan rapat bersama pedagang untuk menentukan langkah yang akan dilakukan. “Kami sudah audensi dengan Wali Kota dan juga DPRD Metro. Tapi ya begini. Mungkin nanti kami akan turun ke jalan untuk demo,” tandasnya. (red)

Redaksi TabikPun :