Metro – Polres Metro mengungkap penyebab kebakaran di STKIP Kumala dan Kantor Yayasan Dharma Wacana diakibatkan hubungan pendek arus listrik. Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Polres Metro Komisaris Polisi Reza Chairul Akbar Sidiq berdasarkan hasil investigasi jajarannya.
“Jadi itu korsleting pada salah satu ruangan hingga akhirnya menyebabkan kebakaran yang meluas. Untuk tersangka, hasil sementara penyelidikan kita tidak ada indikasi disengaja,” bebernya, Senin (20/11).
Sementara itu, Pihak STMIK Dharma Wacana Metro mengaku menerima musibah kebakaran karena bersebelahan dengan STKIP Kumala. Dimana api diduga berasal dari salah satu ruangan STKIP Kumala.
“Ini musibah. Kemarin kita sepakat bahwa ini sebagai musibah. Jadi saling menerima dan tidak menyudutkan salah satu pihak. Kita cuma minta penegasan kebakaran karena apa. Ternyata korsleting. Ya sudah,” beber Apri, Dosen STMIK Dharma Wacana Metro saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (20/11/2017).
Apri mengaku, hingga saat ini pihaknya masih inventarisir barang-barang yang hangus dilalap si jago merah. Berapa nilai kerugian pun belum dapat ditaksir.
“Kalau bangunan kita kan tidak banyak. Mungkin di bawah Rp 1 miliar. Tapi untuk berkas, file, dan sejenisnya yang terbakar, itu yang lebih repot. Makanya masih kita inventarisir terus apa-apa saja,” bebernya.
Ditambahkannya, yang paling utama saat ini adalah mahasiswa tetap bisa belajar seperti normal dan mengikuti kegiatan seperti jadwal yang sudah ditentukan. Artinya, kegiatan kuliah tidak ada yang terganggu dari musibah tersebut.
Senada diungkapkan Ketua STKIP Kumala Budi Hartono. Ia mengaku belum mengetahui berapa besar kerugian yang diakibatkan amukan api tersebut. Namun, ia memastikan kegiatan perkuliahan tetap berjalan.
“Kalau kami lebih ke urusan gimana pendidikan berlanjut. Untuk kerugian dan lainnya itu dari pihak yayasan. Belum tahu juga berapa. Tapi kuliah tetap itu yang kita pastikan. Ini lagi persiapan mau UTS,” terangnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Senin (20/11/2017).
Untuk diketahui, kebakaran hebat meluluhlantahkan dua kampus STKIP Kumala dan kantor Yayasan Dharma Wacana yang berlokasi di Jalan Kenangan, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Minggu (5/11/2017) lalu.
Meski tidak ada korban jiwa, amukan jago merah hampir meratakan dua sekolah tinggi tersebut. Setidaknya butuh dua setengah jam waktu petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan api dan meredam agar tidak meluas. (Ap)