Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Beri Edukasi Evaluasi Serta Pengembangan Sistem Akutansi Koperasi KSM

Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kota Metro foto bersama pengurus Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera. (Ist)

Tabikpun.com – Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kota Metro memberikan edukasi evaluasi dan pengambangan system akutansi kepada Koperasi Konsumen Komunitas Saling Membantu (KSM) Sehat Sejahtera. Dimana Koperasi konsumen KSM Sehat Sejahtera memiliki operasional utama dalam  menyediakan pupuk bagi petani terutama yang berada di sekitar Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro.

Awalnya, koperasi konsumen KSM sehat sejahtera berbentuk komunitas masyarakat bernama Komunitas Saling Membantu yang mengolah limbah menjadi pupuk yang siap digunakan bagi petani, Selain itu, komunitas ini juga berperan dalam membantu menyediakan serta menjaga  stabilitas harga pupuk bagi petani.

Untuk mengembangkan kegiatannya, Komunitas Saling Membantu melakukan peralihan bentuk menjadi koperasi konsumen KSM Sehat Sejahtera. Koperasi konsumen KSM Sehat Sejahtera, sudah mulai berkembang dengan adanya koperasi konsumen serupa yang berada di daerah Jabung, Lampung Timur.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan operasional yang dilakukan oleh komunitas saling membantu memberikan manfaat bagi masyarakat petani sehingga bisa dijadikan percontohan bagi daerah lainnya. Tidak hanya bagi petani, mengingat pentingnya ketersediaan pangan bagi masyarakat secara umum juga menjadi hal penting yang perlu menjadi perhatian semua pihak.

Koperasi konsumen “KSM” Sehat Sejahtera memiliki kegiatan operasional yang berbeda dengan koperasi simpan pinjam. Di dalam koperasi ini, kegiatan operasional yang lebih kepada kegiatan produksi dan penjualan. Koperasi ini berpegang teguh dalam menjalankan kegiatan muamalah yang berlandaskan pada prinsip tolong menolong.

Meskipun begitu, bertambahnya modal dapat memperluas perkembangan usaha maupun produksi yang dapat dilakukan. Semenjak komunitas ini berganti menjadi koperasi konsumen, masyarakat yang bergabung menjadi anggota semakin bertambah.

Artinya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan komunitas ini semakin meluas. Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera saat ini telah bekerja sama dengan Departemen Pertanian dalam membantu ketersediaan pupuk bagi petani yang membutuhkan.

Bagi anggota koperasi akan mendapatkan kemudahan dalam pembelian pupuk dengan harga yang lebih murah untuk pengolahan lahannya. Selain itu, pupuk juga dijual secara umum bagi masyarakat di luar anggota yang membutuhkan persediaan pupuk. Dari hasil penjualan tersebut, anggota bisa mendapatkan bagi hasil dari keuntungan yang diraih oleh koperasi. Dengan begitu, koperasi memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan usaha dari hasil penjualan pupuk dan juga penyimpanan stok barang (pupuk) yang ada di dalam gudang koperasi.

Seperti yang kita ketahui, Kota Metro merupakan kota yang sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian di bidang pertanian. Tidak hanya terlihat dari jumlah penduduknya, tetapi juga masih terdapatnya luas lahan yang digunakan dalam kegiatan pertanian. Pengembangan usaha ke depan, koperasi KSM tidak hanya menyediakan pupuk saja, tetapi juga dapat menyediakan benih-benih yang siap tanam. Jika koperasi bisa menerapkan manajemen yang baik terutama dalam hal pelaporan keuangannya, maka akan sangat membantu dalam pengembangan usaha kedepan sebagai bahan untuk perbaikan usaha bagi koperasi.

Pentingnya penggunaan sistem akuntansi yakni untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan. Selain itu, dapat menunjukkan sejauh mana kinerja manajemen dalam mengelola usaha. Output yang dihasilkan dari sistem akuntansi ini nantinya dapat memberikan informasi yang akan dijadikan sebagai dasar dalam mengambil sebuah kebijakan untuk usaha ke depan yang lebih baik.

Selain itu, laporan keuangan merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban bagi pengurus dalam mengelola usaha yang dijalankan. Meskipun tujuan utama dari komunitas ini tidak berfokus pada keuntungan, tetapi lebih kepada kegiatan tolong menolong terhadap sesama petani yang kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau dan berkualitas.

Penerapan akuntansi dalam menghasilkan sebuah laporan keuangan pada Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera telah terkomputerisasi. Meskipun beberapa data yang masih belum terintegrasi dengan baik melalui sistem. Tetapi karena minimnya pengetahuan akuntansi dan kelemahan dalam penggunaan sistem menyebabkan laporan keuangan tidak menyajikan data secara akurat. Sedangkan informasi akuntansi terkait operasional yang di dalam koperasi yang dibutuhkan yakni mengenai pengelolaan stok barang (pupuk) yang ada di gudang dan transaksi penjualan serta pengeluaran (aliran kas) yang harus disajikan sebagai informasi kondisi keuangan perusahaan berdasarkan periode waktu tertentu yang dijadikan sebagai dasar dalam menilai kinerja usaha dan penetapan rencana penerimaan laba bagi perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Pengabdian

Tujuan

Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro memiliki tujuan sebagai berikut :

  1. Melakukan evaluasi tentang penerapan sistem akuntansi yang ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro
  2. Memberikan pelatihan serta pendampingan dalam rangka melakukan pengembangan sistem akuntansi yang ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro

Manfaat

Manfaat dari kegiatan pengabdian ini antara lain :

  1. Memberikan pemahaman kepada mitra terkait pentingnya penggunaan sistem akuntansi yang baik bagi sebuah usaha yang sedang berkembang
  2. Memberikan informasi kepada mitra tentang pentingnya melakukan penilaian kinerja yang telah dilakukan manajemen
  3. Memberikan informasi dan pemahaman mengenai proses dalam siklus akuntansi yang perlu dilakukan oleh mitra
  4. Memberikan informasi tentang bentuk laporan keuangan yang sesuai bagi mitra

Konsep atau Teori yang Relevan

Sistem Akuntansi 

Menurut Mulyadi (2010), sistem Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu serta laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan dalam pengelolaan perusahaan. Warren dkk (2010) menyampaikan bahwa sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasi dan melaporkan informasi mengenai keuangan dan operasi sebuah perusahaan. Menurut Chairul Marom (2010:1) pengertian sistem akuntansi adalah gabungan dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur-prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengolah data dalam suatu badan usaha dengan tujuan menghasilkan informasi-informasi keuangan yang diperlukan oleh manajemen dalam mengawasi usahanya untuk pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Dari definisi-definisi tersebut, dapat dipahami bahwa Sistem Akuntansi adalah kumpulan kegiatan dari suatu perusahaan yang di dalamnya berisi informasi mengenai keuangan dan transaksi data yang digunakan untuk pengambilan keputusan perusahaan sebagai bentuk pengukuran kinerja perusahaan.

Adapun tujuan dari sistem akuntansi adalah sebagai berikut (Azhar: 2013)

  1. Menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru
  2. Memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik berupa mutu, ketepatan penyajian ataupun struktur informasi
  3. Memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern akuntansi, yaitu memperbaiki tingkat keandalan informasi serta menyediakan catatan mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan
  4. Mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi

Menurut Mulyadi (2010:3) unsur-unsur pokok dari sistem akuntansi adalah formulir, catatan (jurnal dan buku besar), serta laporan.

  • Formulir

Formulir sering disebut dengan istilah dokumen karena dengan formulir ini data yang bersangkutan dengan transaksi yang terjadi dalam organisasi dicatat pertama kalinya diatas secarik kertas. Dalam perusahaan formulir juga bermanfaat untuk menetapkan tanggung jawab timbulnya transaksi bisnis perusahaan. Contoh dari formulir yaitu faktur penjualan yang berupa secarik kertas yang akan diisi dengan informasi tanggal penjualan, nama wiraniaga, kuantitas, nomor urut, nama barang, kodenya, harga satuan, dan tanda tangan wiraniaga. Selain dari faktur penjualan contoh lain dari formulir yaitu bukti kas keluar dan cek.

  • Catatan (jurnal, buku besar dan buku pembantu)

Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama mengenai transaksi-transaksi suatu perusahaan yang disusun secara lengkap menurut tanggal terjadinya dengan menyertakan nama rekening dan jumlah yang harus debit atau kredit. Sumber informasi pencatatan dalam jurnal adalah formulir. Pencatatan dapat dilakukan pada jurnal umum maupun jurnal khusus. Jurnal umum menyediakan serangkaian kolom dan format yang digeneralisasikan (disusun dalam bentuk umum) sehingga dapat menampung setiap transaksi, jurnal umum dipakai untuk mencatat transaksitransaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus. Jurnal khusus menyediakan format tertentu yang disesuaikan untuk menampung jenis transaksi tertentu yang terjadi berulangulang dengan volume yang sangat tinggi, jurnal khusus memungkinkan transaksi yang sejenis dicatat, dijumlahkan dan diposkan ke buku besar secara efisien. Contoh dari jurnal khusus yaitu jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, dan jurnal pembelian. Buku besar (general ledger) dan buku pembantu (subsidiary ledger), buku besar adalah kumpulan rekening yang digunakan untuk menyortasi dan meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Jumlah dan susunan rekening yang digunakan dalam perusahaan tergantung pada sifat, operasi dan volume perusahaan. Rekening-rekening dalam buku besar ini disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Apabila data keuangan yang digolongkan dalam buku besar diperlukan rinciannya lebih lanjut maka dapat dibentuk buku pembantu (subsidiary ledger). Buku pembantu ini terdiri dari rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar.

  • Laporan Keuangan

Hasil akhir dari proses akuntansi adalah laporan keuangan. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Metodologi

Kegiatan ini dilakukan melalui pendekatan CBPR (Community-Based Participatory Research) yang ditujukan tidak hanya untuk kebermanfaatan dalam sebuah komunitas tertentu tetapi juga dilakukan untuk pengembangan keilmuan dari pihak akademisi, terkait dengan isu-isu yang sesuai dan relevan dengan kebutuhan. Komunitas akan mendapatkan banyak pembelajaran dari pihak akademisi melalui kegiatan ini. Sharing beberapa pengalaman serta ilmu yang dapat digali pada saat pelaksanaan kegiatan pendampingan, akan membawa keberlanjutan bagi kedua pihak dalam melakukan perubahan atau perbaikan.

Kondisi Obyektif Mitra Kegiatan

Sejarah singkat Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera

Koperasi sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat indonesia. Badan usaha yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan atas asas kekeluargaan ini juga telah cukup banyak membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan pembangunan nasional. Prinsip usaha dan karakter koperasi yang berbeda dengan badan usaha lainnya yang membuat badan usaha ini sangat disenangi oleh masyarakat indonesia yang melaksanakan seluruh kegiatan–kegiatan usaha koperasi. Sistem ekonomi kerakyatan yang ada di indonesia ini memang secara umum sangat cocok dengan badan usaha yang berbentuk koperasi. Keduanya sama-sama menganut asas kekeluargaan dan mengedepankan prinsip gotong-royong.

Koperasi Konsumen “KSM” (Komunitas Saling Membantu) Sehat Sejahtera merupakan sebuah institusi bisnis yang mengkhususkan dirinya untuk bergerak  dibidang Customer Refferal Program yang berdiri pada tanggal 28 Mei 2021. Diketuai oleh Bapak Suyadi.UMKM Koperasi KSM-Sehat Sejahtera di 21c Kelurahan Yosomulyo. RT 011/ RW 004, Kec. Metro Pusat, Kota Metro, Lampung, Indonesia.

Koperasi “KSM” mempunyai 2 program yaitu program bertani irit hasil melejit dan program sawah digital yang memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk membangun dan memiliki bisnisnya sendiri. Jiwa entrepreneurship dan kemandirian ekonomi adalah inspirasi besar yang menjiwai latar belakang berdirinya usaha ini. Untuk menjadi keanggotaan Koperasi “KSM” Sehat Sejahtera tentunya ada hak dan kewajibannya. Hak menjadi keanggotaan koperasi yaitu mendapat pembinaan dalam dunia pertanian, mendapatkan harga produk yang lebih murah. Sedangkan kewajibannya adalah membeli produk awal 6 liter seharga 100 ribu/ perliter untuk lahan setengah hektare. Produk Koperasi “KSM” memiliki 5 macam, yaitu:

  • Pupuk Pembenah Tanah
  • Pupuk Pemacu Pertumbuhan
  • Nutrisi 1 untuk Pembenah air
  • Nutrisi 2 Hewan (untuk ikan, udang, ruminansia, dll)
  • NPK

Visi dan Misi Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera

Visi

Adapun visi yang ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro adalah “Pemberdayaan sampah untuk membantu mengatasi masalah petani, membuat masyarakat sehat dan sejahtera.”

Misi

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera memiliki beberapa misi yakni :

  1. Membina petani dengan konsep bertani tanpa racun.
  2. Membina petani untuk memanfaatkan sawah digital.
  3. Melalui konsep bertani tanpa racun dan sawah digital, mewujudkan masyarakat indonesia sehat dan sejahtera

  1. Struktur organisasi Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:

Struktur Organisasi Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera

Ruang lingkup mengenai tugas dan tanggung jawab engurus, pengawas dan manajer pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahter adalah sebagai berikut:

  1. Pengurus Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
    1. Mengelola koperasi berdasarkan angaran dasar
    2. Mengajukan rancangan rencana kerja dan rancangan anggaran pendapatan bulanan dan belanja koperasi
    3. Menyelenggarakan rapat anggota
  1. Pengawas Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
  2. Memberi nasehat dan pengawasan terhadap pengurus
  3. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi yang dilakukan oleh pengurus
  4. Melaporkan hasil pengawasan kepada rapat anggota
  5. Manajer Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
  6. Mengawasi kegiatan operasional sehar-hari
  7. Menetapkan strategi dan perencanaan perusahaan
  8. Mempertahankan kinerja anggaran dan optimalkan sumber daya yang dimiliki
  9. Membantu dalam perekrutan karyawan dan training
  10. Bertanggung jawab dalam melakukan evaluasi operasinal dan keuangan

Bentuk Kegiatan

Kegiatan pengabdian pada Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera di Kota Metro  dilakukan secara langsung dengan turun ke lokasi dan melakukan serangkaian kegiatan dalam mengumpulkan dan mengelola informasi serta data yang sesuai dengan tujuan kegiatan pengabdian. Kegiatan ini dilakukan dengan mengumpulkan data serta informasi yang diperlukan dalam rangka melakukan evaluasi mengenai penerapan sistem akuntansi yang ada pada Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera. Kemudian memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Koperasi Konsumen KSM Sehat Sejahtera dalam rangka pengembangan sistem akuntansi yang ada di Koperasi tersebut.

Sasaran

Adapun sasaran dalam kegiatan ini melibatkan beberapa pihak yang terkait dengan evaluasi dan pengembangan sistem akuntansi pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro, di antaranya manajer, bagian keuangan dan akuntansi serta pihak lain yang mewakili dari manajemen koperasi.

Output

Terdapat beberapa output yang dapat dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini. Selain terselenggaranya kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dalam rangka menjalankan kewajiban tri dharma perguruan tinggi, output lainnya yakni pemahaman dan pengembangan sistem akuntansi pada usaha di bidang produksi, khususnya pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Bentuk akhir pengembangan sistem akuntansi adalah rancangan sistem akuntansi koperasi dan laporan keuangan yang diperlukan koperasi dalam pengembangan usahanya. Selain itu, dari kegiatan ini akan dihasilkan output lainnya sebagai bentuk pertanggungjawaban  seperti laporan kegiatan pengabdian, dummy book, artikel pengabdian masyarakat yang akan dipublikasi pada jurnal terakreditasi dan HKI.

Deskripsi Proses Kegiatan

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode Service Learning (SL) dengan melibatkan mahasiswa Prodi Akuntansi Syariah pada FEBI IAIN Metro. Sebelum melakukan kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian telah melakukan komunikasi awal dengan pihak Koperasi terkait dengan kondisi serta kebutuhan koperasi dalam hal pendampingan terkait dengan penerapan sistem akuntansi yang belum berjalan secara maksimal terutama dalam hal pelaporan keuangan usahanya. Terlebih lagi sebagai usaha yang telah memiliki perizinan yang sah, koperasi dituntut untuk melakukan pelaporan secara periodik sebagai bentuk pertanggung jawabannya terhadap pihak-pihak terkait baik dari pihak internal maupun eksternal koperasi seperti anggota koperasi, pemerintah  dan masyarakat. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini :

Tahapan pertama, yang dilaksanakan selama dua hari pada hari Jumat dan Sabtu   tanggal 08 – 09 September 2023 di lokasi pengabdian yakni pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Pada tahapan ini tim pengabdian melakukan wawancara dan observasi langsung kepada pihak koperasi untuk mendapat informasi terkait dengan profil dan kondisi usaha saat ini seperti apa. Selain itu, tim pengabdian juga menggali informasi terkait penggunaan serta penerapan sistem akuntansi yang sudah ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro.

Pada tahapan ini juga, tim pengabdian melakukan observasi langsung untuk mengenal lebih dalam tentang siklus operasi yang berjalan pada Koperasi. Selama kurang lebih, tiga bulan ini Koperasi tidak melakukan kegiatan produksi dikarenakan musim kemarau yang berkepenjangan sehingga berdampak pada petani yang memilih untuk tidak melakukan aktivitas pengelolaan lahan seperti biasanya. Oleh karena itu, produksi untuk sementara dihentikan sampai dengan aktivitas petani yang kembali normal. Ketika normal kembali, maka para petani akan membutuhkan pupuk untuk pengelolaan lahannya. Namun, koperasi masih menyediakan stok pupuk bagi petani yang memerlukannya. Pupuk ini tidak hanya digunakan untuk aktivitas petani saja, tetapi juga bisa digunakan untuk aktivitas peternakan seperti ayam dan tambak udang.

Tahapan kedua, dilaksanakan pada selama dua hari pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 14 – 15 September 2023. Setelah mendapatkan informasi dan data mengenai kondisi usaha serta gambaran mengenai penerapan sistem akuntansi yang ada pada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro, tim pengabdian telah melakukan evaluasi berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah diperoleh pada tahapan sebelumnya. Kemudian pada tahapan ini, tim pengabdian menyampaikan hasil evaluasi kepada pihak koperasi. Selain itu juga, tim pengabdian dan pihak koperasi melakukan diskusi terkait dengan hasil evaluasi tersebut dengan menyesuaikan kondisi usaha yang ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro.

Untuk tahapan ketiga, kegiatan pengabdian dilaksanakan selama 1 hari. Pada tahapan ini tim pengabdian melakukan pelatihan langsung kepada pihak Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 September. Kegiatan pelatihan yang dilakukan di antaranya penyampaian materi mengenai pentingnya sistem akuntansi pada perusahaan, pelaporan keuangan untuk UMKM (berdasarkan SAK EMKM) dan penyusunan laporan keuangan pada usaha di bidang produksi. Kegiatan ini dihadiri oleh tim pengabdian dan Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro.

Tahapan keempat, kegiatan pengabdian dilakukan dalam bentuk pendampingan selama 2 hari. Kegiatan pendampingan dilakukan secara langsung dalam rangka pengembangan sistem akuntansi pada Koperasi

Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Pengembangan sistem akuntansi dilakukan dengan membuat rancangan sistem akuntansi koperasi konsumen yang bergerak di bidang produksi dengan output berupa laporan keuangan yakni laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan laporan posisi keuangan.

Keberlanjutan Program

Kegiatan pengabdian pada dasarnya telah dilaksanakan dengan baik. Namun, keberlanjutan program pengabdian ini dapat dilanjutkan berdasarkan pengajuan serta kesepakatan antara pihak akademisi dan mitra dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas usaha pada UMKM yang bersangkutan.

Rekomendasi Rencana Tindak Lanjut

Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, harapan ke depan bagi pihak akademisi maupun mitra dapat bekerja sama dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM, khususnya pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Pentingnya penerapan akuntansi yang sesuai akan membantu pengembangan usaha secara maksimal. Selain itu, laporan keuangan akan menjadi bentuk pertanggung jawaban serta transparansi pihak manajemen kepada pemilik usaha, dalam hal ini kepada anggota koperasi. Bentuk pendampingan ke depan bisa lebih mendalam pada perancangan sistem informasi akuntansi yang dapat digunakan dalam menjalankan usaha seperti persediaan, kas, penjualan dan lainnya.

Kesimpulan

Kegiatan pengabdian telah dilaksanakan dalam rangka memberikan evaluasi terhadap sistem akuntansi yang ada pada Koperasi Konsumen “KSM” Sehat Sejahtera Kota Metro. Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk melakukan pengembangan sistem akuntansi yang ada pada koperasi. Hal ini diperlukan untuk penilaian kinerja, pengembangan usaha dan bentuk pertanggungjawaban koperasi atas pengelolaan sumber daya yang dimiliki. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan sebuah rancangan sistem akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan koperasi. 

Saran

Diharapkan kegiatan pengabdian ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, baik di lokasi yang sama ataupun mitra lainnya yang memang dibutuhkan dalam rangka perbaikan ataupun peningkatan kualitas kinerja manajemen perusahaan demi keberlangsungan usaha tersebut. Hal ini, akan sangat bermanfaat bagi kinerja UMKM di Lampung, khususnya di Kota Metro.

Pengabdian Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Metro 1444 H/2023

Disusun Oleh :

Esty Apridasari, M. Si       (Ketua Tim)

Era Yudistira, M. Ak         (Dosen Pendamping)

Nur Aini                            (Mahasiswa Pendamping)

Dian Novaldy Rahman      (Mahasiswa Pendamping)

Redaksi TabikPun :