Waduh, 26 Hektare Tanah Warga Negara Mulya di Aplikasi Sentuh Tanahku BPN Atas Nama Orang Lain

Keakuratan aplikasi Sentuh Tanah BPN dipertanyakan masyarakat. (Dian)

WAY KANAN – Sebanyak 23 warga Kampung Negara Mulya, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan kaget dan was-was saat membuka aplikasi Sentuh Tanahku BPN. Pasalnya, dalam aplikasi 26 hektare tanah milik 23 orang warga tersebut ternyata atas nama kepemilikan orang lain.

Kuasa Hukum warga Anton Heri, SH., menerangkan, atas temuan tersebut diduga ada kejanggalan dan pencaplokan peta tanah serta titik koordinat yang diterbitkan oleh BPN.

“Jadi temuan ini baru diketahui oleh klien kami yang mencoba membuka aplikasi tersebut pada 12 November 2020 lalu berdasarkan peta wilayah yang diterbitkan oleh BPN melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Tanah seluas 26 hektare tersebut sudah dicaplok oleh pemilik atas nama Sahlan yang sertifikatnya terbit tahun 2018, sedangkan klien kami  membuat sertifikat sebelumnya pada tahun 2014 dan sudah teregistrasi,” bebernya, Selasa (17/11/2020).

Pihaknya mengaku sudah berupaya mencoba menghubungi pihak BPN Way Kanan terkait temuan ini, namun tidak mendapatkan informasi yang jelas karena Kepala Kantor BPN mengaku tidak tahu.

“Kami sudah mencoba untuk menemui pihak terkait yakni BPN Way Kanan, namun Kepala Kantornya pak Nirwanda sedang berada di luar kota,” terangnya.

Sejauh ini pihaknya masih berfikir positif mungkin terjadi kesalahan cetak saja. Pun berharap pihak BPN segera memberikan penjelasan.

“Kami berharap BPN WK berdiri tegak lurus dengan aturan dan memakai hati nurani nya, jika memang terdapat kekeliruan penerbitan 5 sertifikat atas nama Sahlan untuk tidak malu membatalkan produknya, sebab ini sangat merugikan klien kami dan membuat kerancuan kepemilikan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala BPN Way Kanan  Nirwanda mengaku, masih berada di luar kota terkait pekerjaan dinas. Ia mengarahkan persoalan tersebut ke salah satu anak buahnya, pasalnya dirinya juga tidak tahu apa yang menjadi pokok permasalahan.

“Saat ini saya masih ada kerjaan di luar kota, kalau urusan peta yang berubah itu saya belum tahu dan belum ada laporan dari anak buah saya. Kalau mau lebih jelasnya, tanya saja sama staf saya yang ada di kantor,” tandasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (Dian)

Redaksi TabikPun :