Lamteng– Warga Kampung Buyut Udik kecamatan Gunung Sugih kabupaten Lampung Tengah, mengeluhkan kualitas yang mereka terima tidak layak komsumsi. Selain kualitas tak layak, Berat beras juga tidak sesuai, jum’ at (2/6/2017).
Warga sangat menyayangkan kejadian ini, Pasalnya beras yang mereka terima dianggap mubazir dan beratnya diduga telah dikurangi dan dipermainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Warga Dusun I kampung buyut Udik ini misalnya, Mereka mengaku menerima Beras tersebut dengan kondisi banyak karung yang sudah berlubang dan berat isinya tak sesuai yang tertera dilabel karung bertanda bulog tersebut. Selain itu, beras tersebut berwarna kekuningan, berbau dan berkutu.
Edi yantami (30), selaku anak RT. 001 mengatakan, Ia sangat terkejut dan kecewa dalam pembagian beras jatah bulog.
“Kemarin mendapat jatah beras rastra disetiap dusun, dalam 1 karung berat dan berukuran 15 kilogram, setelah ditimbang ternyata beras tersebut hanya 13,5 kilo gram hilang 1,5kilo gram yang tak sesuai tulisan dikarung, “buruknya lagi ungkap edi saat kantong beras dibuka isi beras seharusnya putih bersih namun semuanya sepertinya berubah warna menjadi kuning,”. Jelasnya kepada awak media.
Selaku keluarga RT kampung buyut udik didusun I, Edi menerima pembayaran dari warga per kepala keluarga(KK) setiap bulannya membayar Rp.24.000 untuk mendapatkan beras seberat 15 kilo gram.
Sementara itu, Saipul selaku kepala kampung mengatakan, pihaknya bukan sekali kali menegur draiver atau sopir pembawa beras raskin tersebut karena banyak kejanggalan, pernah satu kali pihaknya menolak karena menerima beras tak layak makan, pasalnya beras berbau, menggumpal dan penuh dengan kutu parahnya lagi beras itu berwarna kuning kemerahan, namun kali ini terjadi lagi berat beras berkurang,kami selaku pamong kampung ingin mengembalikan namun beras tersebut dipaksakan warga untuk mereka ambil karena mendesak harga beras saat ini yang mahal dan banyak kebutuhan mejelang lebaran idul fitri. Keluh Kakam.
Masyarakat Kampung Buyut Udik berharap kepada pemerintah dan Aparat, untuk bertindak tegas dan menindaklanjuti permasalahan yang dikeluhkan warga penerima beras miskini ini, pasalnya kasus serupa bukan hanya sekali namun sudah kerapkali terjadi.
( Mozes)