Wali Kota Metro Minta Perencanaan Musrenbang 2024 untuk Keseimbangan dan Kesetaraan Pembangunan

Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, membuka musrembang Kelurahan Rejomulyo tahun 2024 di aula Kantor Kelurahan tersebut, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (30/1/2024). (Mahfi)

METRO – Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menekankan urgensi perencanaan yang matang dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2024. Hal tersebut disampaikan kepada awak media usai musrenbang Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Selasa (30/1/2024).

Dalam pendekatannya, Wahdi menyoroti pentingnya komunikasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan para lurah, memastikan informasi terkait pembangunan, sosial, ekonomi, dan infrastruktur tersampaikan secara efektif.

Menilik progres tahun 2022, Wahdi menyebutkan bahwa semua sektor pembangunan telah dijalankan, dan bentuknya terperinci pada tahun 2023. Dengan tegas, ia menyatakan bahwa apa yang belum terlaksana pada tahun 2023 akan menjadi fokus utama pada tahun 2024.

Wahdi Siradjuddin, Wali Kota Metro, memberikan keterangan kepada wartawan setelah selesai pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Rejomulyo di Kecamatan Metro Selatan, Selasa (30/1/2024). (Mahfi)

“Walau permintaan dari satu kelurahan tidak dapat dipenuhi sepenuhnya, prinsip keseimbangan dan kesetaraan tetap dijunjung tinggi. Dengan keterbatasan dana, setiap wilayah harus merasakan dampak pembangunan. Infrastruktur di selatan telah menjadi yang terbaik, termasuk jalannya,” ungkapnya.

Menyoroti prinsip public interest, Wali Kota menekankan tahapan awal dalam perencanaan adalah mencapai keseimbangan. Wahdi menekankan peran penting masyarakat dalam memberikan usulan melalui lurah, yang kemudian dicatat secara menyeluruh.

“Langkah selanjutnya adalah pendekatan teknokratik berdasarkan data dan tematik pembangunan. Pada tahun 2025, penguatan sumber daya menjadi fokus, dengan pemberian prioritas pada sarana dan prasarana seperti jalan, pendidikan, kesehatan, dan aspek sosial,” terang Wahdi.

Pemkot Metro pun menegaskan keterkaitan dengan isu-isu strategis, mulai dari stunting hingga banjir, yang harus diatasi di tengah-tengah masyarakat. Wahdi berkomitmen untuk menjaga keseimbangan dalam perencanaan, menjadikan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam pembangunan Kota Metro. (Adv)

Redaksi TabikPun :