Warga Laporkan Dugaan Prostitusi di Samber Park ke Walikota

Warga mengeluhkan aktivitas Samber Park yang diduga sarat maksiat. (Net)

Metro – Merasa terganggu dengan aktivitas malam warung remang-remang di Samber Park yang diduga menyediakan wanita dan minuman keras (Miras), warga sekitar lapangan tersebut mengadu ke Walikota Metro Achmad Pairin, Senin (15/1/2018).

M Zen secara langsung melaporkan keluhan terhadap aktivitas Samber Park kepada Walikota Metro. (Arby Pratama)

Zen warga seputaran Samber Park mengeluhkan terkait adanya dugaan prostitusi terselubung yang beraktivitas dari larut malam hingga subuh. Menurutnya, hal tersebut mencoreng visi dan misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan.

“Kalau daerah pendidikan seharusnya lokasinya pun yang bagus dan jangan sampai ada transaksi wanita, apalagi penjualan miras. Karena kita juga yang punya anak gadis jadi was-was, dengan adanya jualan wanita di situ. Jadi resah dan merasa terganggu kami ini. Biasanya di sana itu memang sering ada transaksi wanita, kira-kira di bawah 30 tahun lah umurnya. Kita ini tahu karena kita warga sana dan sering memperhatikan aktivitas disana. Dari lewat pukul 24.00 WIB sampai subuh,” paparnya secara langsung kepada Walikota Metro Achmad Pairin, Senin (15/1/2018).

Menurutnya, Pemkot Metro dan penegak hukum terkesan lunak terhadap aktivitas di seputar Samber Park. Padahal, secara kasat mata aktivitas tersebut jelas mengganggu Kamtibmas dengan musik yang kerap diputar dengan volume keras.

“Sejauh ini ya memang ada, razia dari Satpol PP maupun himbauan dari pemerintah dan polres, tapi semua itu dilakukan sebelum pukul 24.00 WIB. Lewat dari jam itu seperti dibiarkan, ya terkesan sekedar seremoni saja. Kalau mau warga, disana itu ya bersih tidak ada warung remang-remang yang beroperasi sampai subuh dengan menjual minuman-minuman keras dan menyediakan wanita-wanita malam. Bukan hanya itu, disana juga sering terjadi perkelahian dan pemerasan berkedok parkir dan keamanan,” jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dapat secara tegas menindaklanjuti keluhan warganya dan meminta aparat penegak hukum segera bertindak.

“Apalagi di situ kan ada pos pantaunya masak enggak tahu aktivitas disana. Padahal tepat di depan mereka tapi nyatanya sampai sekarang ya diam saja. Dan enggak ada lagi yang nyetel-nyetel musik kenceng-kenceng sampai pagi, itu harapan kami,” tukasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Walikota Metro Achmad Pairin akan secepatnya menindaklanjuti dengan memanggil SKPD terkait serta melakukan koordinasi dengan Polres Metro.

“Saya berterima kasih atas laporan masyarakat kepada saya, dan terkait ini akan secepatnya saya tindaklanjuti ke SKPD dan saya akan berkoordinasi dengan Polres. Yang jelas saya berterima kasih atas laporan dan saran nya untuk Pemerintah Kota Metro,” tutupnya. (Ap)

Redaksi TabikPun :