Way Kanan- Kemunculan pasien berstatus OTG di kantor samsat Pemda Way Kanan menuai kepanikan di tengah masyarakat setempat. Mengingat lokasi tersebut merupakan tempat pelayanan umum yang kerap ramai.
Salah satu warga yakni, Andi Surya, warga Lembasung. Ia mengatakan, kondisi kampungnya saat ini sepi dan berbeda dari biasanya. Ditambah lagi, ada berapa warga setempat sempat kontak langsung bahkan sempat berbagi rokok serta makan mie instant bersama dengan terduga pasien positif covid tersebut.
“Ya, UD sempat meminta rokok dan makan mie bareng sama saudara JM. Di kantor Samsat Blambangan Umpu, sedangkan yang berjualan mie tek-tek di Kantor Samsat berinisial JP, mereka berdua kontak langsung sama saudara JM yang merupakan pasien OTG positif Covid-19. Kami warga Kampung Lembasung Dusun Liok agak khawatir dengan riwayat kedua warga kami yang kontak langsung sama JM,” ungkapnya.
Diketahui, kedua warga yang melakukan kontak langsung beserta keluarga saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah dan telah melakukan cek kesehatan di Puskesmas Blambangan Umpu.
Terkait foto yang beredar, jubir gugus tugas Anang Risgiyanto mengaku belum mengetahui kebenarannya. Sementara pemberitaan sebelumnya ia mengatakan dalam keadaan tidak fokus saat ditanyakan tentang foto keberadaan terduga suspect, ia juga mengklarifikasi akan mencari tahu terlebih dulu informasi tersebut dari tim yang ada di lapangan.
“Saya belum tahu informasinya yang jelas, apakah orang itu berpergian atau tidak yang pastinya akan saya kumpulkan dulu data dari tim saya di bawah. Disini Saya juga ingin mengklarifikasi, bahwa pada pemberitaan sebelumnya saya benar benar tidak tahu apa yang ditanyakan dan saya juga lagi kurang fokus,” terangnya.
Dalam waktu dekat dirinya akan mengumpulkan informasi terkait kemunculannya di samsat, serta akan melakukan tracking dan mengetes semua warga yang melakukan kontak langsung, itupun kalau benar adanya.
“Kami cari dulu informasinya, kalau memang betul dia ke samsat maka dalam waktu dekat kami akan melakukan tracking dan mengetes siapa saja yang sudah kontak langsung, sekali lagi saya minta agar warga bersabar dan jangan panik tetap jaga kesehatan”, paparnya.
Menyikapi komentar juru bicara yang seolah plin plan itu, Anwar Syaripudin, warga Blambangan Umpu yang rumahnya berada disekitaran pemda menyesalkan tanggapan jubir tersebut. Menurutnya, dia hanya menjawab iya atau tidak, bukan seolah cari pembenaran.
” Saya sebagai warga Blambangan Umpu mempertanyakan kenapa jubir seakan mengelak dan tidak tahu persis. Tinggal jawab saja benar atau tidak bahwa yang bersangkutan berkeliaran. kalau nyatanya tidak benar, ya syukur artinya warga tidak perlu cemas dan khawatir berlebihan. Tapi kalau faktanya berbalik, dan seakan akan menutupi maka siap siap bisa dijerat dengan undang undang keterbukaan informasi publik,” tegasnya. ( Dian)