689 ASN Metro Bakal Dirolling

www.tabikpun.com, Metro – Diawal 2017 Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan melakukan penyegaran terhadap Oraganisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Dari data yang berhasil dihimpun tabikpun.com, sebanyak 689 Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkot Metro bakal menempati jabatan baru atau tanpa jabatan alias non job.

Bersumber dari BKD Kota Metro, 689 ASN terdiri dari pejabat esselon II, III, dan IV. Terdiri dari 19 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator 115 orang, Jabatan Administrator (camat) 5 orang.

Kemudian Jabatan Pengawas 535 orang dan Jabatan Pengawas (Lurah) 15 orang. Dari informasi akurat yang berhasil didapat, Pemkot Metro akan menggelar rolling pejabat pada Selasa (3/1/2017) sekitar pukul 08.30 WIB di Wisma Haji.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Hati Nurani M.Fermanto, S.E., mengimbau, rolling pejabat dapat sesuai dengan sistem yang ada. Seperti asesment, kemampuan, latar belakang pendidikan, serta azas domisili.

”Bupati Klaten sudah menjadi contoh nyata untuk para kepala daerah. Asesment pun sudah dilaksanakan di Kota Metro, lantik penjabat yang sudah memenuhi unsur kepangkatannya, kemampuan, latar belakang pendidikan, dan prioritaskan pejabat asli Kota Metro. Karena banyak pejabat asli Kota Metro yang punya kemampuan. Jangan impor. Karena yang memahami seperti apa Kota Metro ya warga Metro,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Metro, Jumat (30/12).

Anggota Fraksi Demokrat Alizar menambahkan, jika di Kota Metro terjadi hal serupa seperti di Kabupaten Klaten, ia berharap kepada pejabat atau yang mengetahui untuk tidak takut melaporkan perbuatan tersebut. Sehingga dapat mencegah terjadinya KKN di Kota Metro yang dapat berimbas luas terhadap kemanjuan Bumi Sai Wawai.

”Jika ada yang mengetahui suap jabatan terjadi di Kota Metro laporkan. Jangan takut. Karena imbasnya luas jika hal itu sampai terjadi. Contohnya, jika pejabat itu sudah membeli jabatan yang akan ia duduki, bukan tidak mungkin dia punya pemikiran untuk mengembalikan uangnya dengan cara yang tidak benar. Nah kalau sudah seperti itu mikirnya, mana mungkin lagi dia memikirkan masyarakat,” tutupnya.(ga)

Redaksi TabikPun :