Lampung Tengah – Diduga lantaran hal sepele pasangan suami isteri (pasutri) Husen dan Suviah menganiaya Bainah (40) dan ibunya Sutinah (72) hingga pingsan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Demang Sepula Raya, Kamis (31/5/2018). Pelaku dan korban merupakan warga Dusun II Kampung Buyut udik Kecamatan Gunungsugih Lampung Tengah.
Akibat penganiayaan tersebut Bainah (40) salah satu korban dilarikan ke rumah sakit Demang Sepulauraya akibat mengalami luka di bagian kepala dan 1 jam tak sadarkan diri. Bainah mengaku, penganiayaan tersebut akibat persoalan sepele, yaitu sampah pohon yang diduga masuk ke pekarangan pasutri tersebut.
“Awalnya saya mendengar suara teriakan, saya pikir telah terjadi sesuatu teryata saya melihat Suviah lagi memarahi saya. Lalu saya bertanya kenapa, teryata Suviah tidak setuju kalau sampah tanam dari saya memasuki perkaragan tanah mereka. Saya mengatakan hal ini kan wajar mungkin sampah dibawa angin atau dimainkan oleh anak-anak,” ulasnya saat ditemui di RS Demang Sepulau Raya.
Karna tidak terima, lanjut Bainah, sontak Suviah menghampirinya lalu mendorongnya serta ibunya Sumartin (72) yang ada di tempat hingga terjatuh. Husen suami Suviah yang melihat dirinya akan melakukan perlawanan mendatanginya, bukan melerai Husen malah menambah keributan.
”Suviah menjambak, mencekik, dan membanting saya. Sampai penglihatan saya gelap dan saya tidak sadarkan diri,” jelas dia.
Terpisah, Sutinah mengurai hal serupa yang dikatakan anaknya. Dimana saat ia melihat anaknya dianaya Husen dan isterinya ia berniat melerai, namun ia malah ditendang lalu dicekok hingga tersungkur di bawah pohon.
“Saya melihat anak saya dianiaya oleh Husen dan istirnya, saya berniat memisahkan mereka, tapi saya malah ditendang. Lalu mencekek saya hingga saya tersungkur di bawah pohon, sempat tak sadarkan diri. Saya berteriak minta tolong, kemudian datang beberapa warga untuk membantu. Setelah itu mereka melarikan diri ke rumah mereka,” ceritanya dengan wajah sedih.
Ersan satu warga yang membatu melerai kejadian itu mengaku, datang ke lokasi kejadian karena mendengar suara minta tolong. Saat mendatangi sumber suara, Ersan melihat Sutinah sedang dicekik, diangkat, dan ditendang hingga terjatuh.
”Kemudian saya berteriak minta tolong ke warga sekitar agar mengantarkan Bainah kerumah sakit karena tidak sadarkan diri,” ulasnya.
Saat ini kasus dugaan penganiayan dan pengeroyokan serta perbuatan tidak menyenangkan itu sudah dilaporkan ke Polres Lampung Tengah. Rusdi keluarga korban meminta pihak kepolisian dapat segera menangkap kedua pelaku dan menegakkan hukum yang berlaku.
”Kami berharap polisi bisa menegakkan hukum. Harus seadil-adilnya. Karena sampai saat ini kedua pelaku belum tertangkap,” tukasnya. (Mozes)