Akses Jalan Tertutup, Warga Way Pengubuan Gotong Royong Bangun Jembatan Sementara

Akses jalan tertutup, warga Kecamatan Waypengubuan gotong royong bangun jembatan sementara. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Terputusanya akses utama jalan berupa jembatan penghubung, Kecamatan Waypengubuan dan Seputih Mataram di Kampung Putralempuyang, membuat warga dan sejumlah elemen bergotong royong membuat jembatan sementara untuk melintas, Senin (19/11/2018).

Camat Waypengubuan, Dahrif Anshory mengatakan, bangunan yang dibangun dengan cara bergotong royong itu merupakan keinginan warga. Alasannya, karena akses jembatan pribadi milik I Wayan Slamet yang ditutup beberapa waktu lalu masih belum difungsikan.

“Jembatan dibangun dengan material kayu yang kita bentangkan di atas Sungai Way Pengubuan. Jembatan nantinya hanya bisa difungsikan untuk kendaraan roda dua saja, dan yang melintas dikenai biaya seikhlasnya,” kata Dahrif Anshory.

Ia mengatakan, gotong royong jembatan sementara itu merupakan inisiatif warga. Karena saat ini pun pemerintah daerah tengah mengerjakan jembatan beton di lokasi yang sama. Diperkirakan, jembatan beton dapat difungsikan pada 2019 mendatang.

“Saat ini karena kondisinya darurat. Warga yang terkena imbas penutupan jembatan seperti pekerja dan siswa sekolah sangat memerlukan akses untuk menyeberang. Karena jika mereka menggubakan jembatan lain akan memutar lebih kurang 7 kilometer,” kata Dahrif Anshory.

Kepala Kampung (Kakam) Putralempuyang, Sungkono mengatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto yang turut memberikan bantuan material pembangunan jembatan sementara itu

“Saya mewakili Kampung Putralempuyang, berterima kasih atas respon yang diberikan bupati. Warga sengat antusias bergotong royong membangun jembatan sementara ini, karena memang diperlukan bagi kepentingan mereka sendiri,” ujar Sungkono.

Sebelumnya, pemilik jembatan I Wayan Slamet beralasan, pentupan jembatan yang ia bangun lantaran pengelola diamankan polisi karena dugaan pungutan liar. Setelah pengelola dilepaskan, ia beralasan tidak membuka jalan karena ada material jembatan yang ia bangun sejak 2006 itu memerlukan perbaikan. (Mozes)

Kepala Kampung (Kakam) Putralempuyang, Sungkono mengatakan, pihaknya juga berterima kasih kepada Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto yang turut memberikan bantuan material pembangunan jembatan sementara itu

“Saya mewakili Kampung Putralempuyang, berterima kasih atas respon yang diberikan bupati. Warga sengat antusias bergotong royong membangun jembatan sementara ini, karena memang diperlukan bagi kepentingan mereka sendiri,” ujar Sungkono.

Redaksi TabikPun :