LAMPUNG TENGAH – Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto, berharap Panwascam terpilih yang akan mengawal pemilihan bupati mendatang dapat bekerja profesional. Sehingga dapat mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.
“Kalau pelaksanaan pilkada 2020 mendatang kualitasnya baik, maka kedepan akan lahir pemimpin terbaik di Lampung Tengah ini. Sebab, dalam hal pelaksanaan demokrasi selalu saja dibayangi dengan praktik politik uang. Itulah yang membuat cost politik menjadi mahal, sehingga ketika jadi kepala daerah, dipastikan akan melakukan korupsi. Karena gaji seorang bupati itu tidaklah besar,” paparnya dalam sambutan pada pelantikan Panwascam se-Lamteng di BBC Hotel, Kamis (26/12/2019).
Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Harmono meminta, Panwascam yang baru dilantik dapat cepat menyesuaikan diri dan bekerja dengan menjunjung tinggi Integritas.
“Saya harapkan saudara anggota Panwascam se-Lampung Tengah ini mampu menjaga independensi dan integritas dalam suksesi pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 mendatang. Kita harus sepakat, akan mencegah politik transaksional atau money politics,” tegasnya.
Kesempatan yang sama, perwakilan Bawaslu Provinsi Lampung Muhamad Teguh menegaskan, anggota Panwascam se-Lamteng harus menjunjung integritas dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Isu money politics di Lampung ini sudah sampai nasional. Dan Lampung ini luar biasa sorotannya disana. Itu artinya, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga marwah demokrasi,” ungkapnya.
Selain Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, tampak hadir Ketua MUI HR. Mutawalli, Kapolres AKBP Made Rasma, Dandim 0411 Letkol CZI. Burhanuddin, Kajari Mansyur, dan Ketua KPUD Irawan Indrajaya. (Mozes)
“Kalau pelaksanaan pilkada 2020 mendatang kualitasnya baik, maka kedepan akan lahir pemimpin terbaik di Lampung Tengah ini. Sebab, dalam hal pelaksanaan demokrasi selalu saja dibayangi dengan praktik politik uang. Itulah yang membuat cost politik menjadi mahal, sehingga ketika jadi kepala daerah, dipastikan akan melakukan korupsi. Karena gaji seorang bupati itu tidaklah besar,” paparnya dalam sambutan pada pelantikan Panwascam se-Lamteng di BBC Hotel, Kamis (26/12/2019).
Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Harmono meminta, Panwascam yang baru dilantik dapat cepat menyesuaikan diri dan bekerja dengan menjunjung tinggi Integritas.
“Saya harapkan saudara anggota Panwascam se-Lampung Tengah ini mampu menjaga independensi dan integritas dalam suksesi pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020 mendatang. Kita harus sepakat, akan mencegah politik transaksional atau money politics,” tegasnya.
Kesempatan yang sama, perwakilan Bawaslu Provinsi Lampung Muhamad Teguh menegaskan, anggota Panwascam se-Lamteng harus menjunjung integritas dan bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
“Isu money politics di Lampung ini sudah sampai nasional. Dan Lampung ini luar biasa sorotannya disana. Itu artinya, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga marwah demokrasi,” ungkapnya.
Selain Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto, tampak hadir Ketua MUI HR. Mutawalli, Kapolres AKBP Made Rasma, Dandim 0411 Letkol CZI. Burhanuddin, Kajari Mansyur, dan Ketua KPUD Irawan Indrajaya. (Mozes)