METRO – Hari Wayang Nasional ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 7 November 2018 silam memberi makna tersendiri kepada Calon Wali Kota Metro Ahmad Mufti Salim. Filosofi wayang dan dalang dalam pewayangan pun siap diterapkan Mufti saat memimpin Kota Metro.
“Sebagai pemilik saham terbesar dalam pembangunan daerah, warga Metro harus menjadi unsur penggerak utama menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Sedang pemimpin harus mau bergerak atas harapan dan kehendak publik atau masyarakat,” ujarnya melalui akun instagram miliknya, Sabtu (7/11/2020).
Selain memposisikan warga sebagai pemilik saham terbesar dalam pembangunan daerah, Calon Wali kota yang rajin bersilaturahmi keliling Metro sejak Januari ini menyampaikan landasan kerjanya adalah rangkuman dari harapan, ide dan pendapat warga.
“Sebagaimana yang sering kami sampaikan pada berbagai kesempatan, bahwa landasan kerja kami, Mas Mufti dan Kiyay Saleh adalah harapan, ide dan pendapat warga yang terangkum disetiap kami berkeliling Metro dari rumah ke rumah,” lanjutnya.
Ia menegaskan, filosofi yang ingin disampaikan di Hari Wayang adalah, “Biarkan kami yang menjadi wayang, dan rakyat yang jadi dalangnya,”. “Kami ingin meneguhkan bahwa program dan gerak langkah kami, adalah kehendak rakyat,” tutupnya. (Red)