BPBD Metro Catat 200 KK Jadi Korban Banjir

Kondisi genangan air yang meluas di Kelurahan Margorejo dan Tejo Agung nampak dari ketinggian. (Andi)

Metro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro menerangkan, akibat tinggunya curah hujan hingga mengakibatkan luapan kali (anak sungai) di berbagai titik, 200 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban banjir.

Kepada awak media, Kepala Pelaksana BPBD Kota Metro Drs. Kris Endarto melalui Sekertaris BPBD Kota Metro Eko Budi menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerusakan matrial bangunan dan perabotan rumah tangga ditafsir mencapai puluhan juta rupiah.

“Dari data survei petugas BPBD, rumah terendam akibat debit air tinggi yang menyebabkan luapan kali. Sehingga kurang lebih mencapai 200 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kelurahan di Kota Metro. Tapi yang paling banyak yakni Kelurahan Tejoagung mencapai 80 rumah,” ungkapnya, Minggu (25/2).

Menurutnya, musibah banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Banjir kali ini lebih parah dibandingkan musim penghujan tahun sebelumnya, dimana hanya merendam puluhan rumah. Tahun ini mencapai ratusan rumah yang terendam banjir. Sejak 2 hari kemarin BPBD menerjunkan 17 petugas untuk membantu mengevakuasi perabotan warga dan menyedot air memakai pompa agar cepat surut,” ucapnya.

Komunitas Briker Mania (KOBRA) yang memberikan beras kepada pengungsi di Kampung Harapan Metro Timur. (Ist)

Eko menyampaikan, beruntung dalam musibah luar biasa tersebut banyak lapisan yang turut serta mengevakuasi perabotan dan memberikan bantuan.

“Dalam mengevakuasi BPBD juga di bantu masyarakat dan tim relawan. Sedikitnya BPBD juga memberikan bantuan logistik dan bahan makanan. Bahkan Dinas Sosial juga mendirikan 3 pos tenda untuk penampungan. Alhamdulilah air sudah surut dan warga sudah kembali membersihkan rumahnya yang kotor terkena luapan air kali,” tandasnya. (Ap)

Redaksi TabikPun :