Bukan Corona, Dinkes Sebut Satu Warga Lamteng Meninggal Dunia Karena TBC

Kadiskes Lamteng dr.Otniel Sriwidiatmoko tepis kabar satu warga meninggal dunia karena virus Corona. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Tengah (Lamteng) menepis kabar adanya satu warga setempat yang meninggal dunia karena virus Corona. Kebenaranya, warga tersebut meninggal karena Tuberkulosis kronis.

Kadiskes Lamteng dr. Otniel Sriwidiatmoko menegaskan, kabar tewasnya pasien Covid-19 di Lamteng adalah hoax. Sampai saat ini, Dinkes mencatat sebanyak tiga pasien dalam pengawasan (PDP) dan 400 orang dalam pengawasan (ODP), belum ada pasien yang positif virus Corona.

“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa kabar pasien di Lamteng meninggal bukan karena Corona, tapi pasien memang TBC sudah lama, dan saat dibawa pulang dari Merak dalam keadaan sudah sangat lemah. Kemudian meninggal di Rumah Sakit Demang dengan diagnosa TBC mas,” jelasnya dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (25/3/2020) malam.

Ia menambahkan, 317 dari 400 ODP telah selesai pengawasannya, tersisa 83 ODP yang masih dipantau, dan terus berkurang. Sedangkan PDP berjumlah tiga pasien.

“Untuk ODP beberapa hari ini akan berkurang, tetapi kalau ada warga yang baru pulang dari luar negeri pasti bertambah lagi, apalagi ini mau mudik lebaran. Jadi jika ada ODP baru pulang dari luar negeri yang masuk zona merah akan kita pantau selama 14 hari. Kalau PDP setelah ada keluhan dan menyerupai Corona, baru dibawa ke RS rujukan yaitu RS Demang Sepulau Raya,” bebernya.

Terkait fasilitas RS Demang Sepulau Raya sebagai rumah sakit rujukan di Lamteng, telah menyiapkan 30 bed untuk menampung pasien. Kemudian rumah sakit swasta seperti YMC dan Harapan Bunda juga siap menampung pasien PDP virus Corona.

“Kita tetap menerapkan langkah karantina mandiri jika ada warga yang baru pulang dari luar negeri. Tidak perlu ke fasilitas kesehatan, cukup komunikasi lewat telepon dan kondisi diawasi oleh petugas kesehatan untuk didata secara tepat. Bila ada keluhan sakit diobati dulu oleh puskesmas, jika sakit tambah berat maka dijemput ke RS Demang Sepulau Raya atau rumah sakit lain yang punya fasilitas ruang isolasi,” paparnya. (Mozes)

Redaksi TabikPun :