Bupati WK Sebut Beri Pendampingan dan Psikologi Korban Pelecehan, Keluarga Korban Bantah Pernah Didampingi

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya saat diwawancarai awak media terkait banyaknya kasus pencabulan dan pelecehan perempuan dan anak. (Dian)

WAY KANAN – Meningkatnya kasus pencabulan di Way Kanan (WK) membuat Bupati WK Raden Adipati Surya geram, mengingat jumlah korban sampai di pertengahan 2021 sudah mencapai 27 anak.

Ia pun mengaku pemerintah daerah mendukung penuh dan melakukan pendampingan hukum untuk para korban. “Saya sangat prihatin dengan para korban, kami selaku pemerintah daerah meminta untuk pelaku agar dihukum seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegasnya diwawancarai di depan GSG Pemkab WK, Jumat (25/6/2021).

Adipati juga menyebut jika pihaknya selama ini sudah melakukan pendampingan hukum terhadap para korban. Selain itu, bagi para korban sudah disiapkan psikolog untuk memulihkan kepercayaan diri korban.

“Kita kan ada tim pendamping khusus, yang mana selalu mendampingi para korban, di dalamnya ada psikolog agar bisa memulihkan syoknya dan di luar itu juga ada pendampingan hukum,” tambahnya.

Namun keterangan Bupati WK Adipati dibantah mentah-mentah oleh salah seorang keluarga korban. Dikonfirmasi  melalui sambungan telepon, salah satu keluarga korban pencabulan itu menyebut semua yang disampaikan Bupati WK itu bohong.

“Jangan manis dibibir tapi faktanya nggak ada, selama kami melapor hingga sampai saat ini nggak ada itu tim tetek bengek yang mendampingi. Apalagi nyebut psikolog, psikolog apa dan yang mana? Harusnya sebelum menyampaikan statement cek dulu faktanya di bawah, jangan omdo,” ketus keluarga korban yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Ia dan seluruh keluarga korban berharap, apa yang disebutkan Adipati benar terjadi kedepannya. Karena banyak korban masih mengalami trauma yang masih menghantui dan dikucilkan dari masyarakat.

“Kedepan kami berharap apa yang disampaikan pak bupati bukan isapan jempol, karena sampai saat ini keponakan saya khususnya masih takut keluar rumah dan dia juga dijauhi oleh temannya,” tukasnya. (Dian)

Redaksi TabikPun :