Dari Bogor ke SCBD, Sebuah Perjalanan Banyak Cerita

Ilustrasi. (Net)

Tabikpun.com – Hii kenalin gua Shapta bisa orang panggil gua dengan sebutan Tata, Tata adalah seorang mahasiswa yang senang jika diajak temannya Dika, Revan, dan Dwi akan liburan. Bertepatan siang hari tanggal 4 Februari 2025 saat jam kuliah asisten dosen memberitahukan kepada semua mahasiswa diberi tugas untuk bikin konten sesuai dengan personal branding mereka masing masing selama sebulan penuh, seminggu mereka harus mengupload 3 konten mau itu berupa feeds ataupun reels ke media sosial masing masing, akhirnya asisten dosen memberikan Spreadsheet lewat WhatsApp Group untuk mereka mengisi jadwal kontennya seperti apa, uploadnya tanggal berapa, dan lain lain.

Sambil mengerjakan tugasnya mereka juga berdiskusi dengan teman dekatnya menanyakan “eh lu mau personal branding apa nih.” Waktu itu juga gua bingung mau memilih personal branding apa, akhirnya setelah dipikir-pikir “Gua kan suka nongkrong dan suka memotret tempat/ tempat makanan yang gua kunjungi, apa gua memilih menjadi seorang fotografer aja kali ya,” ucap dalam hati Tata. Hari demi hari saat jam selesai kuliah gua selalu berhenti ke tempat yang selalu gua kunjungi misalnya, gua lagi memotret makanan di tempat Burger King/kadang cari tahu tempat dimana ada event-event tertentu untuk dijadikan bahan potret buat tugas gua.

Pada malam hari tanggal 7 Februari teman teman dekatku mengajak untuk pergi ke SCBD Jakarta Selatan di WhatsApp Group. Dika mengatakan “Taa kita ada rencana untuk besok main ke Jakarta Selatan, lu mau ikut ga?” ucap Dika. Hmm kalau tidak salah tanggal 9 Februari jadwal upload ke suasana tempat dan disitu gua bingung mau ke tempat apa, apa gua ngikut mereka saja? “Hmm ok deh gua ikut” ucap kataku.

Setelah itu gua izin terlebih dahulu ke orang tua untuk berangkat ke Jakarta Selatan, karena mereka tahu pasti gua bakal naik kereta, tidak lama kemudian orang tua gua memberikan kartu kereta dan ongkos pulang pergi, mereka juga berpesan, “Yaudah hati hati jangan pulang malam malam, jaga diri baik-baik” ucap orangtuaku. Keesokan paginya jam 06:36 gua mengecek hp, buka WhatsApp dan liat mereka di WhatsApp Group “kok sepi aja ya, apa mereka masih pada tidur?” ucap dalam hati ku. Ternyata Groupnya sepi. Disitu gua chat mereka di Group mengatakan, “bangun, mau berangkat jam berapa kesana?”.

Disitu hening tidak ada yang menjawab pesanku dan fix gua mikir “Sepertinya mereka lupa deh ada agenda hari ini,” ucap dalam hati Tata. Tidak lama kemudian sekitaran jam 06:52 ada yang jawab, “masih lama ta” ucap Revan. “Yaudah gua tidur lagi,” ucapku. Siangnya jam 13:41 Dwi chat di WhatsApp Group, “Wehh gua ga ikut ya, badan gua sakit-sakitan,” ucap Dwi. Disitu gua sontak kaget, takutnya 1 tidak bisa ikut, semuanya juga tidak ikut, “Ehh gua udah siap siap nih tinggal nunggu kalian kabarin nanti gua langsung berangkat, gimana nih Dika dan Revan,” ucap kataku. “Jam setengah 3,” ucap Revan. “Waduh agak sore ya berangkatnya, tapi yaudalah tidak masalah,” ucap dalam hatiku. Tidak lama kemudian orangtuaku menanyakan kenapa gua belum berangkat berangkat ke Jakarta. “Kok belum berangkat udah siang gini, jadi apa tidak kesananya?” ucap tanya orangtuaku. Gua pun menjawab pertanyaan orangtuaku, “Ini kok mau berangkat,” ucap kataku.

Karena gua tidak mau mengecewakan orangtuaku gua pergi ke tempat makan sambil nunggu jam setengah 3, kalau gua masih di rumah sampai sore pasti orangtua tidak akan mengizinkannya. Karena lumayan lama gua telepon Revan, “Van ini jadi ga kita ke Jakarta Selatan,” tanyaku. “Jadi, bentar tunggu Dika,” jawab Revan. Disitu gua bingung kok lama banget mereka dari pagi sampai sore gini. “Kalian abis ngapain dari tadi di Group gada yang balas, ditelepon gada yang angkat,” tanya kataku. “Lah gua kira lu tahu kan setiap hari Sabtu kita organisasi Agrimovie dulu,” jawab Revan. “Lah kalau kalian organisasi harusnya gausah jadi berangkat ke Jakarta karena pasti juga nanti pulangnya pasti malam,” kataku. “Paling jam 9 kita pulangnya ta, jadi disana udah muter-muter kalo ada view bagus foto aja udah itu pulang,” ucap Revan. “Yaudah semoga aja jam segitu,” kataku. “Lu sekarang di mana, nih gua udah sama Dika,” tanya Revan. “Ditempat biasa kita sering makan,” jawabku. “Oh, okeyy gua sama Dika ke situ,” ucap Revan. Ditutup telepon mereka, gua menunggu mereka datang terlebih dahulu habis itu jika mereka datang langsung berangkat. Akhirnya gua lihat mereka dan tidak lama lama kita langsung berangkat ke stasiun.

Sesudahnya sampai stasiun gua bingung “parkirnya dimana, apakah di stasiun aman Dik, Van,” tanyaku “Aman Taa gua pernah seminggu nginepin di stasiun ini motor” ucap Dika. Udah taro motornya, kita jalan sedikit menuju kedalam stasiun, sebelum masuk ke kereta gua ngisi saldo terlebih dahulu, kebetulan cukup ramai ngantrinya. Sesudah itu giliranku ternyata yang jaganya perempuan “mba isi saldo nya Rp. 20.000 ya.” Perempuan tersebut sontak tertawa sedikit, lalu saya bingung “emang kenapa kalo ngisi saldo Rp 20.000 ada yang salah kah, gua ngisi segitu karena masih ada sisa saldo makanya ngisi sedikit?” tanyaku.

Lalu gua cerita ke Revan kejadian itu, “Lah kok ketawa, aneh banget,” Revan sambil heran. Karena udah mengisi saldo yaudah kita naik kereta. Lalu kita terus berjalan sampai kita menemukan gerbong sepi dan akhirnya bisa duduk, perlahan lahan banyak yang masuk ke gerbong yang kita tempati, saat kita duduk bertiga ada ibu-ibu, “Eh dek kalian masih muda tolong kasih anak ini duduk,”uUcap ibu itu. Lalu kita bertiga berdiri dan kasih ke orangnya tersebut, pas dia mau duduk ternyata gua lihat dia bawa anak kecil 2, ternyata itu buat anaknya dong.

Perasaanku seperti pengen marah waktu itu tapi, yaudah lah kita pindah gerbong lain, kita jalan lagi mencari gerbong yang kosong. Akhirnya mendapatkan gerbang kosong yang bisa kami duduki. Setelah beberapa menit kemudian kita turun dulu di Stasiun Bogor – Manggarai lalu kita jalan lagi ke arah tujuan stasiun berikutnya yaitu stasiun Manggarai – Sudirman cuman stasiun ini cukup banyak penumpang dan alhasil kita berdiri sambil pegangan dan tas dikedepankan takut ada copet. Sesudah sampai ke stasiun Manggarai – Sudirman kita turun akhirnya sampai di Jakarta, sesudah sampai disana kita jajan terlebih dahulu, sambil foto foto gedung gedung yang amat tinggi, sesudah makan kita jalan lagi ke arah bawah tanah, lalu kita naik ke stasiun Dukuh Atas sampai ke stasiun MRT.

Menurutku kereta terakhir yang kita tumpangi beda dari kereta sebelum sebelumnya kereta ini benar benar cepat dan tidak terlalu ramai penumpangnya. Setelah beberapa menit dan jalan lagi akhirnya sampai juga di Jakarta Selatan dan disitu kita sampai jam 18:15 karena kita berangkat dari Bogor itu sorean. Tidak berlama lama kita memfoto gedung gedung yang ada disana, mobil mobil bagus, dan lain lain, lalu kita jalan lagii menuju SCBD lalu kita foto tempat itu, setelah difoto kita ke mall Ashta katanya view nya cantik kalo dimalam hari, yaudah kita menuju kesana, lalu kita naik beberapa eskalator agar kita bisa ke tempat bisa lihat apakah gedungnya jika dinyalakan lampu akan terlihat cantik dan menarik jika dimalam hari, cuman ekspetasi kita terlalu tinggi, waktu kita datang benar benar gelap, mungkin harus malam banget kesininya biar keliatan cuman karena gua dibatas sama orangtua jangan pulang malam, yaudah kita akhirnya pulang saja, cuman dibeberapa perjalanan kita sempat memfoto bagian bagus bagusnya yang ada di Jakarta ini. Lalu kita pulang dari stasiun MRT ke stasiun Dukuh Atas lalu jalan lagi sampai ke stasiun Sudirman – Manggarai, lalu kita jalan lagi ketemu stasiun terakhir, stasiun Manggarai – Bogor, lalu kita tidur dikereta sebentar, sampai sampai di Bogor sekitar jam 10:30. Kita jalan cari motor terlebih dahulu, sudah ketemu motor, habis itu pulang , sampai sampai jam 11:15 dirumah.

Penulis: Shapta Maulana F (J0401231082) Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

Redaksi TabikPun :