Dari Enggan Mengajar Hingga Menjadi Dosen yang Dicintai

Erna Ernawati S.Pt., M.Si. (Ist)

Tabikpun.com – Erna Ernawati S.Pt., M.Si., bukanlah sosok yang sejak awal bercita-cita menjadi seorang dosen. Lahir dengan semangat eksplorasi, ia lebih tertarik menjadi seorang konsultan yang bisa bepergian ke berbagai tempat tanpa perlu khawatir soal biaya.

Namun, takdir berkata lain. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di IPB Fakultas Peternakan, Program Studi Sosial Ekonomi Peternakan dengan minat penyuluhan, ia akhirnya mulai terjun ke dunia akademik.

Pada tahun 2000, ia memulai perjalanan akademiknya sebagai asisten dosen. Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan kepuasan dalam berbagi ilmu dan mendampingi mahasiswa.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di bidang Komunikasi Pembangunan di IPB pada tahun 2008 untuk semakin memperdalam pemahamannya tentang komunikasi dan dunia pendidikan. Bagi Erna, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan dengan mahasiswa.

Ia dikenal sebagai dosen yang terbuka dan peduli terhadap mahasiswa, sehingga sering menjadi tempat mereka berbagi cerita dan curhat. Salah satu mata kuliah yang dia punya, Psikologi Komunikasi, membuka ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga menghubungkannya dengan pengalaman pribadi mereka.

Ia percaya bahwa seorang dosen bukanlah sosok yang selalu tahu segalanya, melainkan seseorang yang juga bisa belajar dari mahasiswanya. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, Erna menyadari bahwa mahasiswa saat ini menghadapi tekanan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Ia mengamati fenomena meningkatnya kasus depresi dan tekanan sosial di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, ia berusaha untuk lebih memahami kondisi mereka dan menciptakan lingkungan yang mendukung agar mahasiswa dapat berkembang tanpa merasa terbebani.

Filosofi hidupnya sederhana namun penuh makna, “Hidup Seperti Air.” Baginya, air adalah elemen yang mengalir, memberi manfaat bagi siapa saja, tetapi tetap harus memiliki batas agar tidak terbawa arus.

Ia percaya bahwa setiap individu harus memiliki kontrol atas dirinya sendiri agar tidak terseret dalam hal-hal negatif. Prinsip ini juga ia terapkan dalam mengajar, dengan membimbing mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri mereka.

Sebagai seorang pendidik, ia memiliki harapan besar bagi generasi muda. Ia selalu menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan terus mengembangkan diri.

Baginya, pendidikan adalah warisan paling berharga, sebagaimana yang diajarkan oleh ayahnya dahulu, “Bapak tidak bisa memberi warisan materi, tapi bisa memberi warisan ilmu,” kata Erna Ernawati S.Pt., M.Si., mengutip warisan pesan sang bapak.

Ia percaya bahwa ilmu adalah bekal utama bagi setiap individu dalam menghadapi tantangan kehidupan. Selain itu, Erna juga mengingatkan mahasiswanya untuk tidak membenci suatu hal secara berlebihan, karena bisa jadi hal tersebut akan menjadi bagian penting dalam hidup mereka di masa depan.

Pengalamannya sendiri menjadi bukti nyata, di mana ia yang dulunya tidak menyukai dunia mengajar justru akhirnya mengabdikan dirinya di bidang pendidikan. Baginya, terkadang, hidup membawa seseorang ke jalur yang tak terduga, tetapi justru disitulah letak pembelajaran yang paling berharga.

Erna juga memiliki perhatian besar terhadap perkembangan dunia pendidikan di era digital. Ia percaya bahwa teknologi dapat menjadi alat yang luar biasa untuk mendukung pembelajaran, tetapi di sisi lain, mahasiswa harus tetap memiliki keterampilan sosial dan kemampuan berpikir kritis yang baik.

Oleh karena itu, ia selalu berusaha menyeimbangkan penggunaan teknologi dalam kelasnya dengan pendekatan komunikasi yang humanis. Hingga saat ini, Erna tetap aktif dalam dunia akademik dan terus berupaya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi mahasiswanya.

Ia percaya bahwa pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan teori, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan mental mahasiswa dalam menghadapi dunia yang terus berubah. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh perhatian, ia berusaha menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung bagi setiap mahasiswa yang ia bimbing.

Dengan perjalanan hidup yang penuh dinamika, Erna adalah bukti bahwa jalan yang tidak kita rencanakan terkadang membawa kita pada takdir terbaik. Dari yang awalnya enggan menjadi dosen, kini ia menjadi sosok inspiratif yang terus memberikan ilmu dan bimbingan bagi banyak mahasiswa.

Dedikasinya dalam dunia pendidikan menjadikannya lebih dari sekadar pengajar, ia adalah mentor, pendamping, dan sosok yang selalu berusaha memahami mahasiswanya. Dengan semangat yang tak pernah padam, ia terus melangkah maju, membawa ilmu dan kebijaksanaan bagi generasi mendatang.

Nama:             Keysha Awalya Sanjaya

NIM:                J0401231335

Prodi:              Komunikasi Digital dan Media

Redaksi TabikPun :