www.tabikpun.com, Tanggamus – Tidak kuat menahan sakit yang diderita selama bertahun-tahun, Randi Wahyudi (30) warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di kamarnya, Selasa (2/5).
Tubuh pria yang masih berstatus bujangan itu kali pertama ditemukan tergantung di kamarnya oleh Maryanun yang merupakan ibu kandung korban. Saat ditemukan, Randi sudah tidak bernyawa dengan tali tambang warna hijau yang masih menjerat leher dan diikatkan di balok kamarnya.
”Sontak, ibu korban berteriak meminta tolong dan didengar para tetangga yang kemudian berkerumun ke rumah korban untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, jenazah korban langsung diturunkan dari jeratan tali oleh Arizudin, Wahit, Astari Taib yang merupakan ayah korban dan Johari,” terang Kapolsek Talang Padang AKP Yoffi Kurniawan, SH., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik., M.Si, Rabu (3/5).
AKP Yoffi Kurniawan, S.H., menambahkan, saat mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TPK) untuk memastikan penyebab kematian korban. Didampingi tenaga medis dari Puskesmas Talang Padang, langsung dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban.
”Dari kondisi korban, murni gantung diri. Karena kondisi jenazah dengan mulut terbuka serta mengeluarkan air liur, mata melotot dan lidah menjulur keluar,” terangnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban telah menderita wasir selama bertahun-tahun. Hal tersebut yang disinyalir menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.
“Sementara ini korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi dengan penyakit wasir yang sudah menahun diderita oleh korban. Itu juga berdasarkan adanya catatan kesehatan yang ada di kamar korban yang ditemukan oleh anggota saat melakulan oleh TKP,” jelasnya.
Pada peristiwa tersebut diamankan sejumlah barang bukti berupa seutas tali tambang warna hijau panjang 3 meter, satu utas tali tambang warna hijau panjang 5 meter di dalam lemari, sofa warna merah, kartu berobat atas nama korban, baju Kaos warna hitam yg dipakai korban dan celana levis warna biru.
“Jenazah saat ini sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. Dan keluarga sudah ikhlas dengan adanya cobaan ini, karena namanya sudah musibah tidak bisa dihalau,” tutupnya. (Nanang)