METRO – DPRD Kota Metro menggelar Paripurna Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksaan APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2020 di Ruang Sidang DPRD setempat, Rabu (2/6/2021).
Dalam penyampaiannya, Wali Kota Metro dr. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG menjelaskan, realisasi pendapatan APBD Metro Tahun Anggaran 2020 mencapai Rp 917,9 miliar atau sebesar 100,95 persen dari target Rp 909,3 miliar.
“Adapun rincian pendapatan terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 221,6 miliar atau sebesar 111,14 persen dari target Rp 199,4 miliar. Pendapatan Transfer Rp 677,8 miliar, dan lain-Lain pendapatan yang sah Rp 18,4 miliar,” katanya.
“Realisasi PAD selain berasal dari penerimaan pajak dan retribusi daerah, juga termasuk pendapatan dari BLUD RSU Ahmad Yani dan BLUD Puskesmas. Sedangkan Pendapatan Transfer terdiri dari Dana Perimbangan Rp 621,52 miliar dan Rp 56,36 miliar Dana Bagi Hasil Pemerintah Provinsi,” tambah Wahdi.
Sementara belanja tahun 2020 mencapai Rp 946,9 miliar dari anggaran sebesar Rp 1,01 triliun atau terealisasi 93,71 persen. Terdiri dari belanja operasi sebesar Rp 753,5 miliar atau sebesar 93,91 persen. Di antaranya terdiri dari belanja pegawai (gaji dan tunjangan), barang jasa, hibah dan bantuan sosial.
Selanjutnya belanja modal Rp 166,8 miliar atau 93,49 persen. Diantaranya direalisasikan untuk belanja tanah, modal peralatan mesin, modal gedung dan bangunan, modal jalan, irigasi dan jaringan, serta belanja modal aset tetap lainnya.
“Kemudian belanja tidak terduga Rp 25,7 miliar direalisasikan untuk penanganan bencana banjir dan penanganan dampak Covid-19, serta belanja transfer/bantuan keuangan Rp 765,9 juta dialokasikan untuk bantuan keuangan Partai Politik sesuai dengan jumlah kursi pada DPRD,” imbuhnya.
Berdasarkan perbandingan, total realisasi pendapatan sebesar Rp 917,9 miliar dan realisasi belanja Rp 946,9 miliar pada tahun 2020, maka terjadi defisit sebesar Rp 28,9 miliar.
Sedangkan pada pembiayaan netto sebesar Rp 101,2 milar terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 106,2 miliar yang berasal dari SILPA tahun 2019 dan penerimaan kembali piutang pinjaman lunak bergulir serta pengeluaran pembiayaan. (Adi)