LAMPUNG TENGAH – Karang Taruna Kampung Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih gandeng PMI menggelar donor darah serta penyuluhan gizi dan kesehatan ibu dan anak dalam pencegahan stunting, Kamis (27/12/2018).
Ketua Karang Taruna Angga Irawan mengatakan, kegiatan donor darah merupakan kegiatan sosial yang menjadi agenda rutin organisasi yang dipimpinnya. Dalam rangka membantu sesama, terutama yang membutuhkan darah. Pendonor sebagian besar anggota Karang Taruna.
“Kegiatan ini baru dimulai dari awal kepemimpinan saya. Alhamdulillah mendapat tanggapan positif, baik dari anggota maupun masyarakat Buyut Udik. Hal ini terbukti dengan hadirnya puluhan warga, walaupun yang berhasil diambil darahnya hanya sebanyak 35 orang,” katanya.
Ia sengaja memilih donor darah dilaksanakan pada pagi hari karena mengingat ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan tidak terlalu sibuk. Untuk menambah peran serta warga pihaknya menggundeng PMI dan bidan desa (Bindes) dalam sosialisasi pada pertemuan lembaga baik RT, PKK, dan lainnya, agar keikutsertaan masyarakat semakin bertambah.
“Kegiatan donor darah merupakan kegiatan sosial kemanusiaan, sehingga perlu peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan. Dengan menjadi pendonor, secara tidak langsung mereka adalah orang yang peduli, karena setetes darah satu kebajikan sejuta kehidupan. Mari berbuat kabajikan dengan berdonor darah,” tutupnya. (Mozes)
Ketua Karang Taruna Angga Irawan mengatakan, kegiatan donor darah merupakan kegiatan sosial yang menjadi agenda rutin organisasi yang dipimpinnya. Dalam rangka membantu sesama, terutama yang membutuhkan darah. Pendonor sebagian besar anggota Karang Taruna.
“Kegiatan ini baru dimulai dari awal kepemimpinan saya. Alhamdulillah mendapat tanggapan positif, baik dari anggota maupun masyarakat Buyut Udik. Hal ini terbukti dengan hadirnya puluhan warga, walaupun yang berhasil diambil darahnya hanya sebanyak 35 orang,” katanya.
Ia sengaja memilih donor darah dilaksanakan pada pagi hari karena mengingat ibu-ibu yang mengikuti penyuluhan tidak terlalu sibuk. Untuk menambah peran serta warga pihaknya menggundeng PMI dan bidan desa (Bindes) dalam sosialisasi pada pertemuan lembaga baik RT, PKK, dan lainnya, agar keikutsertaan masyarakat semakin bertambah.
“Kegiatan donor darah merupakan kegiatan sosial kemanusiaan, sehingga perlu peran serta dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan. Dengan menjadi pendonor, secara tidak langsung mereka adalah orang yang peduli, karena setetes darah satu kebajikan sejuta kehidupan. Mari berbuat kabajikan dengan berdonor darah,” tutupnya. (Mozes)