Hanya Naik Rp 10 Ribu, Agen Oksigen di Metro Prioritaskan Untuk Kesehatan

Suwarno atau kerap disapa Nano, agen oksigen saat diwawancarai di rumahnya di Jalan Reformasi, Metro Pusat, Minggu (1/8/2021). (Adi)

METRO – Penyebaran Covid-19 di Kota Metro terus bertambah setiap harinya, kondisi ini ternyata berdampak juga terhadap kebutuhan oksigen. Bahkan, salah satu rumah sakit di Kota Metro angkat tangan soal oksigen.

Ternyata bukan hanya masyarakat yang kesulitan mencari oksigen, Suwarno, yang sudah puluhan tahun mengambil tabung oksigen di Lampung Gas, Natar, mengaku bahwa dirinya saat ini hanya menerima rata-rata 10 oksigen per harinya, padahal diwaktu normal dua kali lipat lebih banyak.

“Kalau normal, sehari bisa 30 tabung. Cuma karena lagi pandemi gini saya dijatah. Tidak nentu per hari berapa, cuma rata-rata 10 tabung lah,” katanya saat diwawancarai di rumahnya di Jalan Reformasi, Metro Pusat, Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, dalam beberapa minggu terakhir peminatnya bertambah drastis. “Nggak pernah putus, begitu ada langsung diserbu orang,” terang pria yang akrab disapa Nano tersebut.

Nano menjelaskan, saat ini dirinya memprioritaskan tabung oksigen yang tersedia untuk kesehatan. Walaupun sebelumnya, penerima oksigen langganannya adalah pembengkel dan penjual ikan.

“Kita utamakan kesehatan, nanti jika pandemi sudah berkurang baru kita bisa kirim ke bengkel dan tukang ikan lagi. Sebenernya kasian juga mereka,” ujarnya.

Saat ini, dirinya sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rumah Sakit Azizah untuk mendistribusikan oksigen yang ia dapat dari Lampung Gas.

“Saya kan ada perjanjian dari Rumah Sakit Azizah untuk selalu ngirim ke sana. Dan dari jatah yang kami terima akan diprioritaskan untuk rumah sakit tersebut. Untuk oksigen yang tersisa paling 2 tabung, karena kalau ada langsung dikirim ke RS Azizah,” terangnya.

Selama pandemi Covid-19, Nano mengatakan, tabung ukuran besar dengan kapasitas 6 meter kubik mengalami kenaikan hampir 10 ribu rupiah.

“Sebelum covid waktu itu harganya 27 ribu, kalau sekarang harganya 32 ribu. Itu pun karena saya agen lama, kalau agen baru bisa Rp 40- Rp 50 ribu,” jelasnya.

Saat ini dirinya tak bisa berbuat banyak ketika ada yang datang membutuhkan oksigen untuk pasien isoman sementara stok oksigen habis. Nano mengatakan, jika ada stok maka langsung memberinya pada siapapun yang datang ke rumah.

“Kalau tersedia, silahkan datang, kalau nggak ada mau digimanain lagi. Permintaan banyak sekali untuk isoman-isoman tapi gimana nggak ada stoknya juga,” bebernya.

Ia mengaku, saat ini Lampung Gas memprioritaskan oksigen untuk rumah sakit yang membutuhkan. Sementara agen mendapatkan oksigen jika ada sisanya.

“Tapi kalau agen pasti kebagian, minimal kami dapet yang kecil. Untuk yang tabung kecil ukuran 1 meter kubik itu kita jual 50 ribu, saya ngga berani ngambil banyak karena untuk bantu orang kesehatan. Yang besar  Rp 80 ribu- Rp 100 ribu kalau dulu. Saat ini bisa Rp 110 ribu – Rp120 ribu,” tandas Nano.

Hal senada disampaikan oleh Oni, warga Metro Pusat juga agen oksigen. Ia mengatajan bahwa saat ini peminat oksigen begitu banyak, namun ketersediaan sangat terbatas.

“Di sini sedang habis. Kami pun ngambil di Lampung Gas, Natar. Peminat minggu ini banyak tapi stok terbatas,” katanya saat dikonfirmasi di rumahnya.

Ia berharap, Covid-19 cepat berlalu dan semunya bisa berjala normal kembali. “Soalnya kasihan, mas, bengkel jadi susah oksigen. Tapi kita juga memang mementingkan untuk kesehatan,” pungkasnya. (Adi)

Redaksi TabikPun :