Harga Garam Di Mesuji Lampung Rp. 18 Ribu / Bungkus

MESUJI LAMPUNG– Kelangkaan garam, berimbas pada melonjaknya harga garam dapur di Pasar Simpang pematang kabupaten Mesuji. Harga garam mencapai Rp 18.000/kg dari sebelumnya yang hanya Rp 2.000.

Seorang pedagang di Pasar Simpang Pematang, Mesuji Lampung, Neneng(45) mengatakan, stok garam yang kosong berdampak pada melonjaknya harga garam hingga dua kali lipat.

“Harga garam naik kalau minggu kemarin Cuma Rp 2.000 sekarang menjadi Rp 18.000 per bungkus, itu isinya satu killo, ujar Neneng,  Jumat (11/8).

Menurut Neneng, sudah sebulan ini produsen garam tidak mengirim hingga membuat stok garam minim.  Laut Indonesia itu berlimpah dan pengangguran banyak, Kenapa pemerintah tidak mendirikan pabrik garam? Untuk mengurangi pengangguran’ harapnya.

Hal senada juga dikeluhkan Pedagang lainnya, Andi (39) mengatakan, awal dari kelangkaan garam terjadi di Pulau Jawa yang selama ini menjadi pemasok garam terbesar di Tanah Air. Kekosongan dari pemasok ini berimbas terhadap kelangkaan garam dan melonjaknya harga” menurutnya.

“Kalau bulan lalu satu bungkus kotak besar bisa Rp 30.000 sekarang mencapai Rp 60.000, kata Andi.

Kelangkaan bahan pelengkap dapur itu juga terjadi di Pasar  Tanjung raya  Mesuji. Beberapa pedagang tidak menjual garam akibat stok garam habis dan produsen garam belum juga mengirim persediaan garam.

Kelangkaan dan kenaikan harga garam ini tentunya membuat konsumen khususnya para kaum ibu terheran. Seorang ibu rumah tangga Suyanti (38) mengaku bingung karena biasa membeli garam dalam jumlah banyak.

“Saya biasa beli satu bal isi 10 bungkus kemarin dijual Rp 5.000, sekarang naik Rp 25.000,  kata Suyanti.

Pembeli lain, Ida (45) mengatakan, harga Rp 5.000 terlalu mahal. Meskipun demikian ia akan tetap membeli garam untuk kebutuhan sehari-hari. Makanan jadi tidak enak kalau masak tidak pakai garam. Meskipun naik, mau tidak mau harus tetap dibeli. ( Agus)

Redaksi TabikPun :