Lampung Utara – Kesengsaraan petani singkong mulai mulai berlalu. Khususnya para petani singkong di sebagian wilayah Lampung Utara (Lampura), dimana harga jual singkong saat ini mulai naik hingga Rp.1.600 per kilogramnya.
Aang (33) salah satu petani singkong di Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, daerah setempat mengaku, dengan lahan seluas 1 hektar ia mampu menghasilkan 20-25 ton singkong siap jual. “Alhamdulillah harga jual kali ini tinggi sampai Rp.1.680. Nggak kayak sebelumnya, dibawah Rp.1.000,” ujarnya disela memanen singkong, Selasa (29/05/2018)
Dari jumlah itu, ia bisa menghasilkan uang mencapai Rp 40 juta kotor, hasil itu belum dikurangi dengan upah pembajakan, pencarian bibit, tanam bibit, semprot, pupuk dan perawatan hingga masuk masa panen dan upah cabut serta jasa para kuli cabut singkong, yang semuanya bisa mencapai 8 hingga 10 juta rupiah. “Yang penting hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, selama singkong masuk panen berikutnya,” tambahnya.
Menurutnya, bahwa perawatan tanam singkong terbilang mudah, yang penting tidak boleh malas dalam mengurus tanaman singkong sampai siap panen. “Kita ini jangan cuek sama tanaman itu (singkong), harus betul-betul diperhatikan supaya hasilnya maksimal, semua keliatan pas panen tiba mas,” tutupnya. (Adi)