Lampung Utara – Almarhum Sayyid Al Habib Abubakar Bin Hussen Al-Atas yang makamnya berada di Masjid Jami Al-Ikhlas Desa Kalibalangan, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, merupakan sosok yang kali pertama mensiarkan Agama Islam di Desa Kalibalangan yang dulunya bernama Desa Tegal Kitiran pada Tahun 1930.
Makam tersebut saat ini kerap didatangi oleh para penziarah baik dari Sumatera Selatan hingga para penziarah dari Pulau Jawa, selain berziarah masyarakat yang datang ke Masjid Jami Al-Ikhlas memanfaatkan air sumur yang konon dipercayai bagi yang mempercayainya, dapat mengobati sakit yang diderita.
Dimana dalam sejarahnya sumur tersebut merupakan mata air sungai kecil untuk tempat berwudhu yang saat ini menjadi sumur tua dan terus dijaga kelestariannya.
Kepala Desa Kalibalangan, Ahmad Husein didampingi pengurus masjid Jami Al-Ikhlas menceritakan sosok Almarhun Sayyid Al Habib Abubakar merupakan anak Sayyid Husen Al-Atas dari Betawi, yang mana sebelumnya Almarhun Sayyid Al Habib Abubakar sedang berada tanah suci Mekah dan diminta oleh sang Ayahnya, Sayyid Husen Al-Atas untuk datang ke Lampung dalam hal syiar agama islam atas permintaan sahabat sang Ayahnya yakni Almarhum Abdul Manan gelar Tuan Pujian.
”Berdirinya masjid Jami Al-Ikhlas ini tak lepas dari sejarah Almarhum Sayyid Al Habib Abubakar Bin Hussen dimana beliaulah yang mengajarkan tokoh-tokoh terdahulu dalam hal agama islam,” ujarnya, Rabu, (11/7/2018).
Masjid Jami Al-Ikhlas, lanjutnya, telah mengalami renovasi dua kali yakni pada Tahun 1972 dan pada Tahun 1980. ”Sekitar Tahun 1980 terjadi gempa dan masjid mengalami kerusakan, pada Tahun 1990 masyarakat Desa Kalibalangan bermusyawarah untuk membuat masjid baru dengan tidak meninggalkan ornament masjid lama,” terangnya, seraya menambahkan hingga saat ini Masjid Jami Al-Ikhlas telah menjadi Masjid megah, yang kerap disinggahi para masyarakat yang melintas dan didatangi oleh para penziarah baik dari dalam Provinsi Lampung, Sumatera, hingga penziarah dari Pulau Jawa. (Adi)