METRO – Kondisi jalan di samping pintu masuk Pasar Tradisional Modern Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi akses utama pedagang dan pembeli itu tampak rusak parah, dipenuhi kubangan besar, permukaan tidak rata, serta mudah tergenang air saat hujan, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi warga.
Kerusakan jalan tersebut cukup berbahaya di musim penghujan seperti saat ini yang dikeluhkan masyarakat. Saat hujan turun, genangan air menutup lubang jalan, membuat pengendara kesulitan membaca kondisi permukaan aspal. Situasi ini dinilai bertolak belakang dengan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas publik yang seharusnya ditunjang infrastruktur jalan yang layak dan aman.
Namun, perhatian publik justru bertambah ketika Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Metro, Ardah, dikonfirmasi awak media usai kegiatan musrenbang di Metro Selatan. Alih-alih memberikan penjelasan teknis atau rencana penanganan, yang bersangkutan merespons singkat dan meminta agar tidak disorot kamera saat dimintai keterangan.
“Ya nggak usah disorot-sorot kayak gitu,” ujar Ardah dengan nada singkat sebelum berlalu meninggalkan wartawan. Respons tersebut memicu beragam tanggapan publik, terutama di tengah harapan masyarakat akan keterbukaan informasi dan akuntabilitas pejabat publik terkait persoalan fasilitas umum.
Perlu ditegaskan, pemberitaan ini merupakan bagian dari kontrol sosial dan kepentingan publik, sejalan dengan prinsip kebebasan pers dan hak masyarakat memperoleh informasi. Dalam konteks KUHP terbaru 2025, kritik terhadap kinerja atau sikap pejabat publik tidak dapat dipidana selama disampaikan secara faktual, tidak mengandung fitnah, dan bertujuan untuk kepentingan umum. Dengan demikian, sorotan atas kondisi jalan rusak di Pasar Tejoagung ini diharapkan menjadi pemicu perbaikan, bukan persoalan personal, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Metro. (Mahfi)